12 Desa di Konawe Belum Terima DD Tahap III 2018, Ada Apa?

Ketua Ormas Projo Konawe, Irvan Umar (foto: dok. Pribadi / TRIBUNKONAWE.COM)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Konawe ternyata belum menerima pencairan Dana Desa (DD) secara menyeluruh tahun 2018. Akibatnya, pembangunan desa pun ikut terhambat.

Informasi yang dihimpun tribunkonawe.com dari salah seorang kepala desa terungkap, DD yang belum dicairkan itu merupakan DD tahap III. Jumlahnya untuk tiap desa bervariasi. Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, kalau di desanya sendiri masih tertunggak Rp180 juta.

Pria tersebut mengaku telah melengkapi berkasnya, sehingga tidak ada alasan bagi pihak terkait di pemerintahan untuk tidak mencairkan DD yang notabene bersumber dari APBN. Ia sendiri pun mengaku telah mengurus masalah tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Namun kepala dinasnya tidak pernah ketemu.

Masalah itu juga sudah dilaporan ke pimpinan daerah. Tetapi, pimpinan melempar penyelesaian masalah tersebut untuk berurusan ke Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Namun, Jahiuddin pun hingga kini masih sulit ditemui oleh para kepala desa yang hendak berurusan.

“Kami pernah cari sampai ke rumahnya. Tapi katanya lagi di Kendari. Walaupun kami lihat di situ mobil dinasnya masih ada,” ujarnya kepada tribunkonawe.com, Kamis (24/1/2019).

Menanggapi masalah tersebut, Ketua Ormas Pro Jokowi (Projo) Konawe, Irvan mengatakan, tidak ada alasan bagi Pemda untuk menahan DD, sejauh tidak ada masalah yang terjadi di desa yang bersangkutan. Sebab, DD merupakan dana pusat yang sudah dialokasikan secara khusus untuk desa.

Irvan juga melihat, akibat dari tidak dicairkanya DD di-12 desa, maka pembangunan pun ikut terhambat. Irvan pun kemudian menunjukan bangunan di salah satu desa yang hingga kini belum kelar akibat tidak dicairkannya DD oleh Pemda.

“Kami meminta agar Pemda Konawe segera melakukan proses pencairan yang menjadi hak desa. Karena hal ini sangat berdampak kepada program-program pembangunan desa di tahun 2018 kemarin,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 12 desa yang DD-nya saat ini tertahan, tersebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Besulutu dan Latoma masing-masing 4 desa, serta di Kecamatan Samapara, Routa, Anggaberi dan Kapoiala, masing-masing 1 desa.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here