123 Kades Konawe Dilantik: Kery Janji Tuntaskan Honor Aparat, Gusli Ingatkan Peran Strategis Desa

Penyematan lencana Kades oleh Bupati dan Wakil Bupati Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Sebanyak 123 kepala desa (Kades) terpilih se-Kabupaten Konawe mengikuti acara pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan di Gedung Wekoila, Senin (10/2/2020). Mereka yang dilantik adalah Kades hasil pemilihan serentak, 12 Desember 2019.

Acara pengambilan sumpah jabatan dihadiri langsung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara. Turut hadir juga Ketua DPRD Konawe, Ardin; Kapolres Konawe, AKBP Susilo Setiawan, Ketua Tim Penggerak PKK Konawe, Titin Nurbaya Saranani, serta pejabat lintas sektoral lainnya.

Prosesi pengambilan sumpah dilkukan langsung oleh bupati. Menariknya, prosesi pelantikan kali ini makin menunjukan identitas keberagaman tanah Konawe. Di mana mereka yang diambil masing-masing
ada yang mewakili agama Islam, Kristen dan juga Hindu.

Usai pengambilan sumpah, Wakil Bupati Konawe berkesempatan membawakan sambutan dan pengarahan kepada para Kades yang baru saja dilantik. Gusli menyampaikan poin pokok terkait visi misi Bupati Konawe.

Momen para Kades saat pengambilan sumpah jabatan.

“Pak visinya sederhana saja. Apakah masyarakat sudah maka. Apakah masyarakat sudah sehat. Apakah masyarakat sudah berpendidikan,” ujar Gusli.

Menurut mantan Ketua DPRD Konawe itu menerangkan, setinggi apapun ilmu dan iman seseroang, kalau sudah seminggu tidak makan maka tidak akan ada yang bisa ia lakukan. Itulah makna terbesar dari pertanyaan Bupati Konaae selama ini, yakni apakah masyarakat sudah makan.

“Makanya, untuk mewujudkan kesejahteraan di tanah kerinduan ini kita sudah punya konsep untuk menggenjot tidak sektor indistri, yakni industri pertanian, peternakan dan perikanan. Inilah yang pemerintah tengah jalankan saat ini,” terangnya.

Selanjutnya, terkait pertanyaan apakah masyarakat sudah sehat, Gusli mengatakan, bahwa saat ini Konawe telah memiliki rumah sakit megah. Pelayanannya pun sudah berstandar tinggi, artinya telah meraih predikat bintang lima atau paripurna.

“Di Sultra, untuk rumah sakit pemerintah, baru rumah sakit Konawe yang meraih predikat paripurna,” lanjutnya.

Terkait masalah pendidikan, Gusli menegaskan, tahun 2023 semua sekolah yang dikelola Pemda Konawe harus terakreditasi A. Langkah itu dilakukan guna mewujudkan kesetaraan disektor pendidikan.

“Artinya, sekolah yang ada di Latoma sana sudah harus sama kualitasnya dengan sekolah yang ada di Unaaha,” jelasnya.

Terakhir, Gusli menitipkan pesan kepala para Kades untuk memperhatikan kegiatan PKK tingkat desa. Ia bahkan mengimbau agar pengelolaan dana desa juga diberikan kepada ibu-ibu untuk kegiatan pemberdayaan.

Foto bersama para Kades dengan pimpinan daerah Konawe.

Pada kesempatan yang sama Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa juga mengatakan, dana desa akan bertambah tahun ini. Dananya pun akan ditransfer langsung ditransfer ke rekening desa.

“Terkait isu desa siluman, saat ini kita masih sementara perbaiki dokumen-dokumennya,” ujarnya.

Terkait tunggakan honor aparat desa, Kery menyatakan bahwa tunggakan itu tidak akan hilang. Pembayarannya akan bertahap dan ditarget seleaai bulan Mei mendatang.

“Untuk Kades baru, tolong nanti kasikan haknya Kades lama dan aparatnya. Jaga komunikasi,” harap Kery.

Kery juga berharap, para Kades yang baru saja dilantik agar sering-seringlah komunikasi dengan pimpinan daerah, baik bupati maupun wakil bupati. (Adv)

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here