Ajak Berzakat, Wabup Konawe Kenalkan Program Triple One

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat menyerahkan bantuan Baznas kepada salah satu mustahik di Desa Ambepulu.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Konawe, menyalurkan bantuan beras untuk warga kurang mampu di Desa Ambepulu Kecamatan Tongauna. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (GTS), Rabu (1/7/2020) di aula kantor desa.

Ketua Baznas Konawe, Bastaman Jasrun menuturkan, Baznas adalah merupakan salah satu organisasi pemerintah nonstruktural. Di Konawe sendiri, Baznas naru beberapa bulan terbentuk.

Pensiuna pejanat pemerintahan Konawe itu menerangkan, bantuan beras yang disalurkan merupakan hasil dari dana zakat, infak dan sedekah. Ia menjelaskan, bahwa Pemda Konawe sendiri telah mengeluarkan instruksi terkait zakat, infak dan sedekah.

Hal itu tertuang dalam instruksi Bupati Konawe, Nomor 145/337/2020, Tentang Pengumpulan Dana Zakat, Infak dan Sedekah Bagi Instansi Pemerintahan Daerah, BUMN dan BUMD lingkup Kabupaten Konawe.

Wabup Konawe saat menyampaikan sambutannya terkait program Baznas.

Poin Kedua dari instruksi tersebut memerintahkan agar pegawai yang beragama Islam pada instansi pemerintah/swasta/BUMN/BUMD yang memiliki penghasilan tetap minimal Rp4.500.000, setiap bulan wajib menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari peenghasilan profesi.

Sementara pada poin ketiga menginstruksikan, agar pegawai yang memiliki penghasilan kurang dari Rp4.500.000 dianjurkan untuk membayar infak dan sedekah sesuai tingkat dan golongan. Golongan IV sebesar Rp60.000 perbulan. Golongan III sebesar Rp45.000. Golongan II sebesar Rp30.000.

“Di Konawe ada sekitar 7000 ASN, ditambah dengan swasta totalnya 9000 orang. Kalau ini dikelola dengan maksimal, termasuk dengan dana zakat harta maka akan sangat membantu masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Lanjut Bastaman, kedepannya dana Baznas tidak hanya untuk menyalurkan bantuan kepada para mustahik. Akan tetapi, juga akan dipakai untuk pemberdayaan masyrakat. Sehingga bisa memantik roda perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara yang ikut dalam penyaluran bantuan Baznas menuturkan, pembentukan Baznas Konawe awalnya merupakan inisiatif dari Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Kala itu bupati berpikir tentang bagaimana dana zakat, infak dan sedekah bisa terkelola dengan baik. Sehingga, lahirlah Baznas Konawe.

Meski baru terbentuk beberapa bulan lalu, GTS memberi apresiasi kepada komisioner Baznas yang sudah bekerja sejauh ini. Bahkam program-program yang dipaparkan sudah lebih dari ekspektasi yang direncanakan Bupati dan Wakil Bupati Konawe awalnya.

Foto bersama Wabup Konawe dengan para komisioner Baznas Konawe.

“Awalnya kami berpikir hanya bisa memungut zakat ddari TPP ASN, tetapi apa yang direncanakan oleh Baznas itu sudah lebih dari apa yang kami pikirkan. Kami sangat mengapresiasi hal itu,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu menjabarkan, Pemda dan Baznas sebenarnya punya program besar jika kedepannya dana Baznas sudah dimaksimalkan. Program tersebut bernama triple one. Program ini maksudnya, satu kecamatan, satu masjid akan diberi bantuan satu milliar.

“Dana Baznas akan kita gunakan untuk membangun masjid. Satu Kecamatan satu mesjid raya, kita anggarkan satu miliar,” terangnya.

Program tersebut lanjut GTS, banyak dipelintir orang. Ada yang bilang bantuan untuk masjid hanya Rp200 juta. Padahal yang benar adalah Rp1 miliar.

“Kita sudah prioritaskan 29 Masjid raya tiap kecamatan untuk program ini,” tegasnya.

Program tersebut lanjut GTS, sejalan dengan program lainnya yang terfokus di program pertanian, peternakan dan perikanan. Ketiga program ini akan fokus pada peningkatan ekonomi warga.

“Kalau ekonomi warga baik, insya Allah masjid pun akan makmur,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here