Aksi Koboi Petugas Rutan Unaaha, Pukul Tahanan Hingga Masuk RS

Farhan saat dipapah keluar Rutan Kelas II B Unaaha untuk menjalani perawatan (foto: Irman / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Salah seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Unaaha terpaksa harus dilarikan ke BLUD Rumah Sakit (RS) Konawe, Selasa (8/10/2019). Farhan mengalami cidera parah setelah mendapat tindakan represif oleh salah seorang petugas Rutan.

Farhan, merupakan warga Kelurahan Inalahi Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe. Pemuda berusia 18 tahun itu merupakan terpidana kasus asusila. Sesuai masa tahanannya, ia seharusnya sudah bebas empat bulan mendatang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas II B Unaaha, Paulus Darma K mengakui perbuatannya terhadap Farhan. Katanya, tindakannya itu merupakan bentuk pembinaan kepada warga Rutan yang kerap melanggar. Terlebih jika tindakan tersebut berpotensi membuat rusuh sesama warga binaan.

Lebih lanjut Paulus menjelaskan, pembinaan yang dilakukan di Rutan biasanya dalam bentuk pelayanan kepada warga binaan. Di dalamnya termasuk menjaga suasana di Rutan tetap kondusif.

Terkait dengan kasus Farhan, Paulus mengaku, mendapat laporan terjadinya perkelahian di blok tahanan yang dilakukan oleh beberapa warga binaan. Salah seorang diantaranya adalah Farhan.

Paulus pun kemudian memanggil semua pihak yang terlibat. Akan tetapi, karena terbawa emosi ia pun bertindak represif.

“Saya akui. Ini bentuk dari kehilafan saya. Dan saya tidak sengaja melakukan tindakan fisik itu,” ujarnya kepada awak media.

Paulus juga mengakui, sesuai dengan standar pembinaan di Rutan, memang sangat tidak dibenarkan melakukan tindakan  refresif kepada warga binaan. Mengenai tindakannya terhadap Farhan, ia mengatakan akan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ibu Farhan, Rukmini Tabara mengaku keberatan atas tindakan itu. Ia dan keluarganya sangat menyangkan tindakan semena-mena dari oknum Pegawai Rutan itu.

“Kami akui kalau anak saya membuat salah di dalam Rutan. Tapi tolong dibina dengan baik, bukan dibikin cedera,” tuturnya.

Rukmini mengungkapkan, sejak mendapat informasi bahwa anaknya sedang mengalami kesakitan di Rutan, ia langsung begegas menjenguk. Ia pun kaget saat melihat anaknya sudah dipapah rekannya karena tidak bisa berjalan.

Saat itu, Rukmini langsung berinisiatif untuk bertemu dengan pimpinan Rutan. Ia meminta agar anaknya dikeluarkan sementara untuk menjalani perawatan.

Pihak Rutan pun mengamini. Farhan langsung dibawa ke UGD RS Konawe dengan didampingi petugas Rutan.

“Sekarang saya masih tunggu petunjuk dari dokter apakah mau dirawat inap atau bagaimana,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here