Aksi Sempat Ricuh, Persaudaraan Aktivis Minta Kapolres Konawe Dicopot

Salah seorang anggota kepolisian saat hendak menenangkan Jendral Lapangan Persaudaraan Aktivis Konawe, Anci yang tersulut emosinya saat aksi demonstrasi di Mapolres Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Puluhan massa yang tergabung dalam Persaudaraan Aktivis Konawe (PAK) menggelar aksi unjuk rasa, Senin (21/12/2020). Massa aksi menuntut agar Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto dicopot dari jabatannya.

Awalnya massa aksi menggelar demonstrasi di perempatan lampu merah Tuoi. Selanjutnya, demontrasi digelar di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Konawe.

Dalam pernyataan sikapnya, ada tiga tuntutan massa aksi. Pertama, mendesak Kapolda Sultra untuk mencopot Kapolres Konawe, karena dinilai tidak mampu membaca situasi sehingga terjadi insiden kerusuhan di VDNI Park. Kedua, mendesak kepolisian untuk membuka permasalahan ini secara transparan dan menangkap dalang dan pelaku kerusuhan. Ketiga, massa juga mendesak kepolisian untuk memanggil dan memeriksa para Humas dan sekuriti perusahaan yang bertugas di hari kerusuhan, mereka menjadi pemicu dari aksi damai buruh.

Demonstrasi Persaudaraan Aktivis Konawe di perempatan lampu merah Tuoi.

Jendral lapangan aksi, Andriyadi Mulyadi menuturkan, aksi tersebut adalah aksi bentuk solidaritas persaudaraan aktivis terhadap penangkapan aktivis buruh. Mereka adalah Ilham Saputra (disapa Killing, red) dan empat aktivis lainnya.

“Kami meminta dibuka dan tangkap siapa dalang kerusuhan. Bukan (memangkap, red) rekan-rekan kami yang menyurat secara resmi (saat aksi, red). Kapolres Konawe harus buka yang sebenarnya terjadi di sana,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Anci itu menuturkan, kalau tidak ada kejelasan terkait hal tersebut pihaknya akan kembali menggelar aksi unjukrasa. Tempat aksinya akan menyasar dua tempat yakni, Porlres Konawe dan Polda Sultra.

“Kami minta copot Kapolres karena tidak mampu membaca situasi di sana (tempat kerusuhan, red),” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa di Mapolres Konawe sempat memanas. Hal itu bermula saat massa diajak masuk ke aula untuk berbiskusi. Setelah beberapa menit menunggu, massa keluar dengan alasan lama menunggu. Padahal, pada saat itu Kapolres tengah menunggu kedatangan Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, tokoh Lembaga Adat Tolaki (LAT) Bisman Saranani dan Tokoh Banderano Tolaki, Ajemain Suruambo untuk hadir ke aula bersama-sama menemui massa aksi.

Selanjutnya, massa aksi kembali ke depan gerbang masuk Mapolres Konawe. Mereka pun langsung membakar ban. Akan tetapi, ban itu dipadamkan anggota kepolisian yang berjaga. Hal itu pun lansung menyulut reaksi dari massa aksi.

Anci selaku jendral lapangan langsung melakukan protes keras. Massa yang lain pun ikut bereaksi, sehingga terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat kepolisian. Anci sendiri sempat terlibat kontak fisik dan adu mulut yang cukup keras dengan salah seorang anggota kepolisian yang hendak menenangkannya.

Kapolres Konawe, AKBP Kristanto saat datang menenangkan massa aksi ketika situasi sempat memanas.

Kericuhan tidak berlangsung lama. Kapolres terlihat segera menemui massa aksi dan meminta untuk tenang. Ia pun menjelaskan bahwa ada miskomunikasi yang terjadi di aula pertemuan. Pria dengan dua Melati di pundaknya itu pun kembali mengajak massa aksi untuk mendengarkan pemaparan darinya di aula Mapolres Konawe.

Hingga berita ini selesai ditulis, Kapolres Konawe yang didampingi Wakil Bupati, tokoh LAT dan Banderano Tolaki masih memberikan pemaparan kepada massa aksi terkait tuntutannya.

Laporan: redaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here