Budi Arie Setiadi Kembali Nahkodai Projo

(kiri ke kanan) Ketua Projo Konawe, Irvan Umar dan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi di acara Kongres II Projo di Jakarta.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Organisasi Masyarakar Pro Jokowi (Projo) menggelar Kongers II yang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, tanggal 7 – 8 Desember 2019.

Tujuang kongres, yakni konsolidasi sekaligus penunjukan ketua umum yang baru. Namun, pendiri sekaligus Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi kembali terpilih sebagai nahkoda.

Posisi Budi Arie belum tergantikan. Dirinya dianggap telah sukses dalam menahkodai Projo. Sebagaimana diketahui, Projo sendiri turut andil cukup besar dalam mengantarkan Joko Widodo duduk dikursi kepresidenan selama dua periode.

Ketua Projo Konawe, Irvan Umar saat dikonfirmasi via telepon mengungkapkan, Budi Arie terpilih aklamasi. Keputusan itu merupakan keputusan bersama dari pengurus Projo dari seluruh penjuru Indonesia.

“Semua bersepakat menunjuk kembali bapak Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum Projo,” terangnya.

Irvan mengungkapkan, di bawah nahkoda Budi Arie Projo akan terus memberi kontribusi nyata bagi bangsa ini. Khususnya dibidang yang selama ini menjadi perhatian Projo. Antara lain, pendidikan, kesehatan dan pembangunan desa.

Untuk diketahui, Budi Arie Setiadi, yang akrab dengan panggilan Budi Arie atau teman akrabnya memanggil dengan nama Muni, lahir di Jakarta, 20 April 1969. Dia saat ini menjabat Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia. Ia merupakan relawan, aktivis sosial, politikus, dan pengusaha. Ia dikenal sebagai pendiri dan Ketua Umum Projo, organisasi relawan darat terbesar pendukung Joko Widodo.

Projo sendiri adalah organisasi kemasyarakatan pendukung presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Projo dikenal karena merupakan salah satu relawan darat terbesar dan memiliki status resmi organisasi kemasyarakatan (Ormas) dari Kementerian Hukum dan HAM. Ciri khas Projo adalah bersifat sukarela, terbuka, sosial, tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, golongan, serta latar belakang sosial politik kemasyarakatan.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here