Buka Expo Konawe, Gubernur Serahkan Bantuan 1000 Ekor Sapi dan 8400 Sertifikat Prona

Gubernur Sultra, Ali Mazi, didampingi Kapolda, Bupati dan Wabup Konawe saat menggunting pita pembukaan acara Expo Konawe Gemilang 2020.

TRIBUN KONAWE: PONDIDAHA – Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi resmi membuka Expo Konawe Gemilang 2020 di lapangan Bumi Perkemahan Sulemandara, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sabtu (29/02/2020).

Mengawali sambutannya, Ali Mazi mengungkapkan, Konawe telah banyak berkontribusi untuk Sultra. Secara geografis letak Konawe sangat strategis, karena berada di jalur utama perlintasan jalan trans Sulawesi.

Ia berpesan, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan wakilnya, Gusli Topan Sabara bisa menjaga dan mengelola aset geografis tersebut. Sehingga nantinya akan memberi dampak pada kemaslahatan warga Konawe.

Di sektor pariwisata lanjut Ali Mazi, pemerintah provinsi telah menyediakan fasilitas skala internasional yang saat ini tengah di bangun. Fasilitas itu adalah jalan beton terbaik penghubung antara Kota Kendari dan wilayah wisata Konawe, yakni Bokori dan Toronipa.

Gubernur Sultra saat menyerahkan secara simbolis bantuan 1000 ekor sapi yang dikucurkan Pemda Konawe.

“Jika telah rampung nanti, diharapkan bisa memberi efek domino bagi pertumbuhan ekonomi bagi daerah dan masyarakatnya,” ujar Ali Mazi.

Gubernur dua periode itu melanjutkan, Konawe merupakan basis tumpuan pangan Sultra. Ia berharap agar warga Konawe dan pemerintahnya tetap produktif dalam menjaga eksistensi pangan. Ia meminta agar pemerintah tetap memastikan bahwa segala kebijakan yang diambil adalah dalam rangkan untuk mendukung komoditas pangan di Konawe.

Ali Mazi juga mendukung program sejuta sapi, sejuta ton gabah dan seribu kolam yang menjadi program andalan Pemda Konawe. Menurutnya, jika program itu sukses maka Konawe buka lagi hany menjadi sentra produksi pangan daerah, tapi juga nasional.

“Beberapa waktu lalu, kita telah coba menanam bibit Trisakti di Konawe. Hasilnya sangat luar biasa. Dalam satu hektar itu bisa mencapai 11,8 ton. Dengan kesuksesan ini, nanti kita akan sebarkan bibit-bibit ini ke wikayah Sultra lainnya,” jelasnya.

Gubernur Sultra saat menyerahkan secara simbolis 8400 sertifikat prona yang merupakan program pemerintah pusat.

Ali Mazi juga menyinggung bahwa Konawe adalah imperium kebudayaan suku Tolaki. Pemda Konawe bertanggungjawab untuk menjaga kelestarian budaya tersebut.

Menurutnya, Konawe adalah wonuano Kalosara. Dalam dimensi manapun, Kalosara akan tetap menjadi acuan masyarakat Tolaki.

“Mari kita membangun generasi yang tidak melupakan adat,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Ali Mazi yang didampingi Forkopimda Sultra, Bupati dan Wakil Bupati Konawe menyerahkan secara simbolis 8400 sertifikat prona 2019 program program pemerintah pusat, serta 1000 ekor bantuan sapi dari Pemda Konawe.

Usai menyerahkan bantuan dan membuka acara Expo Konawe Gemilang 2020, Ali Mazi bersama Ariani langsung keliling stand pameran. Stand pertama yang dikunjungi Ali Mazi adalah stand milik Kecamatan Morosi. Di sana, orang nomor satu di Sultra itu langsung mencicipi renggina buatan warga Morosi. Ia tampak begitu menikmatinya.

Selanjutnya, Gubernur dua periode itu beranjak ke stand lainnya. Di salah satu stand gubernur diberi durian montong yang berukuran cukup besar. Alimazi dan istrinya tampak begitu menikmati kunjungan itu.

Tak lama kemudian, gubernur langsung izin pamit. Ia tak lupa mengucapkan terimakasi kepada Bupati Konawe dan wakilnya atas penyambutan rombongan Forkopimda Sultra dan komunitas IMI Sultra.

 

Ali Mazi bersama istrinya saat mengunjungi stand pameran Kecamatan Morosi.

Usai mendampingi kepulangan gubernur dan rombongan, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa juga langsung bergegas mengecek persiapan HUT lainnya. Sementara Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara langsung berkeliling stand pameran.

Orang nomor dua di Konawe ini bahkan menyempatkan minum jamu di stand Kecamatan Wonggeduku. Ia bahkan ikut meracik jamu untuk diberikan kepada pengunjung stand.

Sementara di stand Kecamatan Puriala, Gusli tertarik dengan produk kopi belut yang kini tengah viral. Ia menuturkan, produk lokal khas Konawe itu saat ini dengan diurus izinnya dari Kemenkes dan MUI. Ia berharap produk tersebut dapat menjadi produk andalan Konawe.

(Adv)

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here