Bupati Koltim Terlibat Sengketa Tanah dengan Sejumlah Warga Konawe

Bupati Koltim, Tony Herbiansyah saat mengikuti sidang sengketa tanah di Pengadilan Negeri Unaaha beberapa waktu lalu (foto: Istimewa / TRIBUNKONAWE.COM)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah terlibat dalam kasus sengketa tanah dengan sejumpah warga Konawe. Tony, melaporkan sejumlah warga di Desa Asaki, Kecamatan Lambuya di Kepolisian Daerah (Polda) Sultra pada tahun 2016 lalu.

Warga diadukan dengan dengan delik Pasal 167 ayat 1 KUHP. Mereka dituding memaksa masuk ke dalam tanah milik Tony Herbiansyah sejak tahun 1993. Dan saat ini, kasus tersebut masih dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri Unaaha.

Kuasa hukum terdakwa, Jushriman SH., yang saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa kasus tersebut sudah daluarsa. Artinya, tidak bisa lagi diadili dalam ranah pidana karena sudah lebih dari 6 tahun sejak kasus tersebut bergulir.

“Kasusnya bergulir pada tahun 1993. Jika dihitung sampai sekarang, maka sudah terhitung 24 tahun,” ujarnya.

Makanya lanjut Jushriman jika kasus itu tetap dilanjutkan, maka dianggap melanggar hukum. Sebab telah dijelaskan pada pasal 78 ayat 1 KUHP.

Sebagaimana diketahui bahwa tanah yang disengketakan tersebut menjadi milik Tony Herbiansyah atas warisan dari orang tuanya, Andrei Jufri. Andrei merupakan Mantan Bupati Konawe yang dahulu masih merupakan Kabupaten Kendari. Oleh orang tuanya, tanah tersebut dikuasai sejak tahun 1965.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here