Bupati Konawe Lepas 500 Ton Beras Bulog ke Buton

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat melepas beras bulog yang akan disalurkan ke Buton.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Konawe kembali menunjukan tajinya sebagai daerah lumbung beras. Banyaknya hasil panen membuat daerah yang dinahkodai Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara ini surplus dan kembali mengirim beras dalam jumlah besar ke daerah lain.

Sebagaimana yang terlihat, Selasa (18/5/2020), Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa melepas pengiriman stok beras tahap pertama ke luar daerah. Sebanyak 500 ton beras Bulog bakal meluncur ke Pulau Buton.

Pelepasan itu turut disaksikan pejabat daerah dan petinggi Bulog. Mereka antara lain, Sekretaris Daerah Ferdinan Sapan, Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Unaaha, Nurhayati Ibrahim, serta Kabag Humas dan Protokoler Setda Konawe Sukri Nur dan kepala OPD lainnya.

Dalam sambutannya, Kery menerangkan, pengiriman beras kali ini untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kota Bau-Bau dan Kabupaten Buton. Ia juga mengungkapkan kalau pengiriman berikutnya akan ditujukan ke Kabupaten Muna, mengingat kondisi hasil pertanian di sejumlah kepulauan sangat kurang.

Kery memaparkan, Kabupaten Konawe mempunyai stok pangan berupa beras yang lebih. Dirinya sangat mendukung keputusan Bulog untuk mendistribusikan sebagian bahan pangan berupa beras ke daerah lain yang ada di Sultra.

“Kita prihatin dengan kondisi daerah lain yang kesulitan bahan pangan, khususnya beras. Terlebih lagi pasca pandemi Virus Corona (Covid-19),” ujarnya.

Bupati dua periode ini menambahkan, tidak mungkin daerah-daerah yang berada di Sultra meminta bantuan ke pemerintah pusat. Sebab, menurutnya, pemerintah pusat juga terbatas dalam hal stok pangan.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu juga melanjutkan, saat ini stok pangan di Sultra sudah cukup memadai. Beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Konawe, Konawe Selatan (Konsel) hasil pertaniannya cukup memadai. Selain itu untuk Kabupaten Bombana dan Kolaka Timur (Koltim) juga sudah bisa memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri.

Kery kembali mengungkapkan, angka kebutuhan beras masyarakat Konawe sejak lima tahun belakangan terbilang cukup tinggi. Kebutuhan per manusia mencapai 30 ons per hari. Lalu mengalami kenaikan mencapai 36 ons per harinya. Sehingga per manusia, dalam setahun mampu mengonsumsi hingga tiga karung beras 50 kg.

Dengan angka kebutuhan yang cukup tinggi itu, Pemda Konawe akan mengevaluasi kembali sistem pertanian. Sebab, hasil pertanian Konawe menurut data terbaru, satu hektar sawah hanya menghasilkan lima ton gabah,” ungkapnya.

Untuk hasil produksi sawah lanjut Kery, saat ini ada sekira 42.500 hektar (Ha) sawah di Konawe. Namun, hanya 28 Ha ribu saja yang berproduksi. Itu pun, hanya mampu menghasilkan kurang lebih 86 ribu ton beras.

“Kalau 42.500 hektar sawah yang berada di Konawe punya produksi rata-rata tujuh ton,
maka kita akan surplus tinggi dan akan ada PAD yang ikut masuk ke daerah juga,” jelasnya.

Terakhir Kery menambahkan, Pemerintah daerah akan mengkaji ulang terkait kurangnya hasil pertanian di sejumlah sawah yang ada di Konawe. Apakah dari faktor PH tanah atau unsur hara tanah atau juga terkendala pada masalah pemupukan.

“Kita tidak bisa berpolemik terkait kurangnya hasil pertanian ini, karena ada banyak faktor yang menyebabkannya. Dan semoga semuanya bisa kita atasi,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here