Curhat Calon TKL Disuruh Bayar, Wabup Konawe: Lapor Baru Kita Tangkap

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mendengar curahan hati (curhat) dari salah seorang calon tenaga kerja lokal (TKL) di PT VDNI dan PT OSS yang disuruh membayar untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut, Sabtu (25/7/2020). Hal itu pun cukup membuat hati orang nomor dua di Bumi Konawe itu gusar.

Curhat tersebut datang Jaenudin (bukan nama asli, red) saat berbicara dengan wakil bupati via telepon Sabtu malam. Ia mengungkapkan, dirinya bersama teman-temannya calon pekerja sudah memenuhi panggilan perusahaan siang sebelumnya (masih pada hari Sabtu, red).

Di lokasi tes wawancara, mereka sempat ditanya-tanya. Lalu, ada oknum karyawan setempat yang membuang kata kepada mereka. Si oknum meminta uang pelicin agar calon TKL yang sudah lulus berkas itu tidak ada kendala untuk lanjut bekerja diperusahaan.

“Nilainya dia nda sebutkan langsung, cuma kalau saya dengar dari yang lainnya itu sekitar Rp3,5 juta,” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, Gusli menegaskan untuk tidak mendengarkan oknum tersebut. Ia menyarankan untuk tidak mengikuti kemauan karyawan yang tidak dikenali itu.

“Kalau ada yang minta uang kasi tahu. Kami (Pemda Konawe, red) sudah bicara sama manajemen perusahaan, tidak ada pungutan,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe menyarankan kepada Jaenudin, agar memberitahukan kepada teman-temannya yang telah lolos berkas untuk tidak menuruti permintaan oknum yang tidak jelas itu. Sekalipun dengan iming-iming ingin diloloskan, sebab bisa jadi itu hanya omong kosong.

“Saya kira sudah kalian sudah membayar. Kalo iya, lapor baru kita tangkap. Untung belum membayar,” pungkas Gusli.

Sementara itu, di media sosial sudah ada beberapa TKL yang dinyatakan lulus mengucapkan terimakasih kepada Pemda Konawe, serta PT VDNI dan OSS. Akun Facebook Riky Risandhy misalnya, dalam postingannya mengungkapkan kalau ia lolos bekerja ke perusahaan tanpa mengeluarkan uang.

Hal senada juga diungkapkan, akun Inong Ramadhan. Inong juga mengungkapkan rasa terimakasihnya karena telah lolos bekerja tanpa dipungut biaya.

Untuk diketahui, terlibatnya Pemda Konawe dalam perekrutan TKL di VDNI dan OSS salah satunya untuk memangkas tindakan pungli yang belakangan marak terjadi. Pemda bahkan melibatkan pihak Polres dan Kejari Konawe untuk membatu mengawasi proses perekrutan tersebut.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here