Deklarasi Lakidende Foundation: Hadir Sebagai Lawan dan Kawan Berpikir Pemerintah

Foto bersama pengurus Lakidende Foundation bersama Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara yg juga sebagai Ketua Dewan Pembina.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Satu lagi organisasi kepemudaan yang hadir menyemarakan geliat ruang berpikir dan bekerja di Konawe. Organisasi ini adalah forum komunikasi lintas pemuda yang kemudian disebut ‘Lakidende Foundation’.

Hari ini, Jumat (21/8/2029) Lakidende Foundation menggelar Deklarasi dan juga sekaligus rapat kerja pertama di salah satu kafe di Unaaha. Acara tersebut juga dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara sebagai Ketua Dewan Pembina.

Pada kesempatan tersebut, Gusli mengapresiasi geliat pemuda dan pemudi Konawe untuk membuat sebuah wadah yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Pemerintah. Ia berharap Lakidende Foundation bisa menjadi mitra sekaligus lembaga kontrol bagi pemerintah dalam mengimplementasikan program-program kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Lakidende Foundation bisa eksis dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah, tanah leluhur Konawe ini. Tetap jaga independensi dan integritas. Kritik kami bila harus dikritik,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Lakidende Foundation, Gusli Topan Sabara saat memberikan sambutan di acara deklarasi dan rapat kerja organisasi.

Sementara itu, inisiator Lakidende Foundation Syainul Tora menerangkan, wadah tersebut lahir karena alasan ingin berbuat lebih baik kepada daerah. Inisiatif awalnya lahir ketika melihat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi ada jarak, contohnya riset-riset daerah yang dilakukan lebih banyak melibatkan kampus di luar Konawe. Sementara, di Konawe sendiri telah ada Universitas Lakidende, Akademi Keperawatan Pemda Konawe dan Akademi Kebidanan Konawe yang sudah cukup mumpuni menangani riset-riset tersebut.

“Atas dasar itulah, kami yang notabene alumni dan mahasiswa aktif dari tiga kampus tersebut bergerak untuk membangun wadah ini. Tapi tidak juga berhenti disitu, semua anak-anak muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah silahkan gabung ke Lakidende Foundation karena kami hadir dari lintas agama, suku dan budaya serta berbagai macam profesi” jelasnya.

Syainul Tora berharap, kehadiran Lakidende Fondation di Konawe bisa menjadi lawan dan kawan berpikir bagi pemerintah. Kalau itu keliru kita menjadi lawan berfikir, tapi jika itu baik kita jadi Kawan berfikir agar jauh lebih bermanfaat. Sainul yakin, ide dan gagasan dari pemuda dan pemudi di Konawe akan lebih cepat terealisasi manakala berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi.

Syainul Tora yang juga terpilih sebagai Ketua Presedium saat rapat kerja menyampaikan, Lakidende Foundation sendiri diambil dari nama Raja Lakidende. Raja yang pertama Konawe yang memeluk dan menyebarkan ajaran islam di negeri para leluhur ini. Sifat raja yang bijak dan mampu menyelesaikan setiap persoalan menjadi inspirasi dalam penamaan organisasi.

Selain itu nama Lakidende juga dikutip dari nama kampus tertua di Kabupaten Konawe yaitu Universitas Lakidende. Di sisi lain, banyak mahasiswa dan alumni kampus tersebut yang juga bergabung dalam barisan Lakidende Foundation.

Foto bersama, Ketua Dewan Pembina Lakidende Foundation, Gusli Topan Sabara dan Inisiator organisasi, Syainul Tora.

“Sedangkan kata ‘Foundation’ sendiri berarti yayasan. Namun dalam implementasinya nanti, Fondation kami artikan sebagai forum atau wadah tempat pemuda dan pemudi Konawe mengeluarkan ide dan gagasannya,” kata Mantan Ketua BEM Universitas Lakidende tersebut.

Untuk ruang lingkup program kerjanya nanti, Lakidende Foundation akan bergelut pada bidang pendidikan dan kebudayaan, Ketahanan Pangan, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan dan kewirausahaan, serta tidak menutup kemungkinan juga untuk bidang lainnya.

“Agar ide dan gagasan kami bisa diimplementasikan, kami akan membuka ruang komunikasi dengan pemerintah, perguruan tinggi dan pihak swasta yang ada di Kabupaten Konawe,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here