Dihadiri Langsung Bupati, Konawe Laksanakan Vaksinasi Perdana

Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin (kiri) dan Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani (kanan) menjadi orang pertama dan kedua yang diberi vaksin covid-19 di Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pemerintah Daerah (Pemda) menggelar seremoni kick off atau pencanangan pelaksana vaksinasi Covid-19 produk Sinovac, Kamis (14/1/2021). Acara, berlangsung di pendopo kantor bupati dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi.

Mereka yang hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinan Sapan serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa turut hadir memantau pelaksanaan kegiatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe, drg. Mawar Taligana sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan melaporkan, awal Januari 2021 Pemda Konawe diperintahkan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendataan tenaga kesehatan (nakes) yang akan menerima vaksin. Selanjutnya, berhasil didata sebanyak 2004 orang (nakes).

“Jumlah tersebut masih akan berkembang, karena terus dilakukan pendataan,” ujarnya.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat mengecek persiapan vaksinasi covid-19.

Terkait nakes yang akan bertugas melalukan vaksinasi Covid-19, Mawar menerangkan pihaknya sudah memiliki petugas yang telah dilatih khusus. Pelatihan para petugas nakes dilakukan langsung oleh pihak Kemenkes.

“Untuk vasilitas tempat vaksin nantinya kami sudah siapkan seluruh Puskesmas se-Kabupaten Konawe dan juga rumah sakit daerah,” jelasnya.

Mawar menerangkan, untuk tahap awal vaksin Sinovac yang dikirim ke Konawe sebanyak 2600 boks. Paket tersebut akan disuntikan dua kali pada setiap orang. Sehingga total warga Konawe yang akan divaksin ditahap awal sebanyak 1800 orang.

Mawar menambahkan, dalam proses vaksinasi, ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan. Proses vaksinasi harus melalui empat tahap. Tahap pertama, validasi data terkait orang yang akan divaksin. Kedua, calon penerima vaksin akan melalui tahap screning riwayat kesehatan. Ketiga, tahap vaksinasi. Terakhir, tahap opservasi atau pemantauan kondisi orang yang telah divaksin kurang lebih selama 30 menit pasca vaksinasi.

Sementara itu, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengatakan, penyuntikan vaksin covid-19 pertamakali dilakukan kepada Presiden Joko Widodo. Selanjutnya pemberian vaksin serentak di 34 provinsi, termasuk Sultra dan Konawe menjadi daerah yang perdana melakukan vaksinasi.

Lanjut Kery, secara resmi BPOM telah memberikan izin untuk produk vaksin Sinovac. Begitu pun dengan MUI telah mengeluarkan fatwa nomor 2 tahun 2021, memutuskan bahwa vaksin Sinovac bersifat halal.

“Masukan saya untuk tim Covid-19 Konawe, jangan disimpan lama barang ini (paket vaksin). Kalau bisa langsung gas. Kita juga akan komunikasi dengan pusat supaya tahap berikutnya, bisa berikan paket vaksin lebih banyak. Konawe ini diistimewakan, karena masa depannya Indonesia,” terang Kery.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bersama Sekda, Ferdinan Sapan saat memantau jalannya proses vaksinasi.

Untuk diketahui, ada 10 orang yang divaksin pada pencanangan vaksinasi Kabupaten Konawe. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Irwanuddin Tadjuddin Konawe menjadi orang yang pertama kali divaksin. Selanjutnya, disusul Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani.

Sementara itu delapan nama lainnya yang juga ikut divaksin adalah Kepala Kemenag Konawe Ahmad Lita R, Direktur RS Konawe dr. Agus Lahida, Kapolsek Unaaha Kadek Sudiadnyana, Wakil Ketua MUI Konawe, Sultan, Perwakilan IDI Moh. Sohibul Kirom, perwakilan PPNI Heti, perwakilan Hindu Ketut Sucika dan perwakilan Kristiani Pdt. Natan Togau.

Konawe Punya Satu-satunya Mobil PCR Covid-19 di Sultra

Perhatian Pemda Konawe dalam pengentasan Covid-19 begitu tinggi. Salah satu implementasinya dengan mendatangkan mobil laboratorium PCR (polymerase chain reaction) Covid-19. Mobil tersebut merupakan hasil MoU kerjasama operasional antara Pemda Konawe dan PT Lentera Healthcare dalam rangka menanggulangi Virus Corona di Kabupaten Konawe. Di Sultra baru Konawe yang mampu menghadirkan laboratorium berjalan tersebut.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menuturkan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, penting dilakukan testing massif, tracking massif, dan edukasi. Sehingga untuk mempercepat proses testing atau pemeriksaan sampel swab memang perlu memiliki alat swab tambahan, seperti mobil PCR tersebut.

Ia pun berharap keberadaan mobil PCR ini dapat digunakan secara maksimal meskipun jumlahnya hanya satu unit. Dengan adanya mobil PCR tersebut hasil swab yang biasanya keluar 4 sampai 5 hari kini bisa di ketahui hanya dalam waktu tiga jam dan mampu menampung 300 sampel dalam sehari.

“Sebelumnya sampel swab kita masih mengirim ke RS bahteramas dan hasilnya keluar 4 sampai 5 hari. Ini bisa 3 jam saja keluar hasilnya. Biayanya tergolong murah yakni Rp600 ribu dibandingkan ditempat lain yang biayanya mulai Rp750 ribu hingga 2 jutaan. Ini sangat membantu terutama bagi calon tenaga kerja lokal yang mendaftar di Morosi,” ungkapnya.

Gusli juga menambahkan, bentuk KSO dengan perusahaan terkait tidak terbatas waktu bahkan kika test swab mencapai 15 ribu pemeriksaan, mobil lab beserta alatnya tersebut akan menjadi milik pemda Konawe ke depannya.

“Untuk wilayah se-sulawesi baru pemda Konawe yang punya mobil PCR ini. Di Indonesia baru ada 3 yang miliki yaitu ada di Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kita (Sulawesi Tenggara),” ungkapnya.

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat mengecek langsung peralatan mobil PCR Covid-19.

Berikut beberapa fakta Mobile Lab PCR Test Covid-19.

1. Karya anak bangsa. Mobile labs PCR test Covid-19 merupakan alat inovasi di mana ide dan desainnya dikembangkan oleh Ai-Labs. Karoserinya sendiri berada di Cikupa, Tangerang.

2. Standar BSL-2. Laboraturium bergerak ini berstandar Biosafety Laboratory Level (BSL) 2 untuk penanganan covid-19 yang telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

3. Hasil tes cepat. Menggunakan Polymerase Chain Reaction Test (PCR), hasil tes yang dikeluarkan lebih cepat dan mempermudah para tenaga kesehatan dalam melakukan tes pengecekan covid-19. Setidaknya untuk pengecekan di mobile labs ini, bisa melakukan pengetesan hingga 96 pasien per harinya.

4. Bisa ke mana saja. Tentunya alat ini beroperasi secara mobile. Sehingga bisa berpindah-pindah ke tempat yang membutuhkan hasil tes. Khususnya di daerah-daerah zona merah dengan waktu yang relatif cepat.

5. Tetap berfungsi. Setelah pandemi covid-19 mereda, mobile labs ini juga masih bisa beroperasi untuk kebutuhan laboratorium lainnya.

Konawe Punya RS Covid-19 Pertama

Keseriusan Pemda Konawe terhadap penanganan Pandemi Covid-19 dapat dilihat dari aksi nyata yang satu ini. Konawe mendirikan Rumah Sakit (RS) Covid-19 dan diresmikan tanggal 13 April 2020. RS tersebut juga merupakan RS Covid pertama dan satu-satunya di Sultra.

Hingga saat ini, RS Covid-19 Konawe masih beroperasi mengangani pasien. Pasien yang masuk tak hanya warga Konawe. Akan tetapi warga dari Kabupaten lainnya seperti, Kolaka dan Kolaka Timur (Adv)

Laporan: Mj

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here