Dikbud Konawe Jembatani Persoalan di Tubuh PGRI

Kadis Dikbud Konawe, Suriyadi (kiri) bersama Ketua FGH pusat, Ahmad Maulana (kanan) saat memberikan keterangan pers.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Polemik yang yang terjadi antara Ketua Forum Guru Honorer (FGH) PGRI Konawe, Haspian dan pengurus PGRI Kecamatan Asinua akhirnya menemukan titik terang. Pihak yang bermasalah telah dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Selasa (19/4/2022).

Pertemuan itu dihadiri Ketua PGRI Konawe yang juga sebagai Kepala Dikbud Konawe, Suriyadi. Turut hadiri juga Ketua Forum Guru Honorer Pusat, H. Ahmad Maulana dan sejumlah pengurus PGRI Konawe.

Salah satu poin dari pertemuan itu adalah penyelesaian masalah internal PGRI, antara Ketua FGH dengan salah seorang pengurus PGRI Asinua. Dalam forum tersebut diterangkan bahwa Ketua FGH telah meminta maaf kepada pengurus PGRI Asinua.

Adapun masalah lain terkait dugaan pungli, dengan terperiksa, Ketua FGH Konawe, pihak PGRI akan memberikan dukungan secara kelembagaan. Hal itu ditegaskan langsung Ketua PGRI Konawe, Suriyadi.

“Proses hukum kita serahkan ke APH. Akan tetapi juga juga akan memberikan dukungan secara kelembagaan buat rekan kita yang terperiksa,” jelasnya.

Suriyadi juga menambahkan, bahwa kepengurusan Haspian sebagai Ketua FGH bersama pengurus lainnya telah dinyatakan demisioner. Hal itu dikarenakan, Haspian dan pengurus lainnya telah beralih status daru guru honorer menjadi guru P3K.

“Kepengurusan ini nantinya akan digantikan kepengurusan yang baru dari kalangan guru honorer lainnya. Ada pun terkait iuran yang telah dibayarkan guru P3K, itu akan diberikan ke kepengurusan yang baru dan akan tetap akan ada pertanggungjawaban dari pengurus lama,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here