Direktur RS Konawe: Saya Kembalikan Gaji Honorer yang Dipotong, Kalau…

Direktur BLUD RS Konawe, dr. H.M. Agus Lahida (foto: Mas Jaya / TRIBUNKONAWE.COM)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Isu pemotongn gaji tenaga medis kontrak atau pegawai honorer di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe menjadi bola panas di media sosial. Perbincangan itu pun memantik tanda tanya besar, mengapa honor para pegawai non PNS itu dipotong pihak RS?

Beragam informasi yang diterima media ini, pemotongan gaji untuk para pegawai honorer jumlahnya beragam. Mulai dari Rp480 ribu hingga Rp800 ribu, atau bahkan lebih.

Menanggapi isu tersebut, Direktur BLUD RS Konawe, dr. H.M. Agus Lahida segera mengklarifikasi. Ia pun menjelaskan duduk permasalahan tersebut dari dua sisi.

Pertama, pemotongan dilakukan murni karena kedisiplinan dari pegawai yang bersangkutan. Pegawai malas berkantor untuk mengerjakan kewajibannya atau telat berkantor sehingga ketika absen di mesin ceklok akan terbaca tidak hadir. Sementara, jika pegawai yang bersangkutan tidak hadir dalam sehari tanpa alasan yang jelas maka gajinya akan dipotong 4 persen per hari.

Kedua, permasalahan terjadi pada alat absensi atau mesin ceklok. Agus sudah memerintahkan anggotanya untuk mengecek hal tersebut. Pihaknya bahkan telah mendatangkan langsung ahli IT Bank Sultra, sebagai minta yang menangani masalah IT di RS tersebut.

“Kalau pemotongan ini dilakukan murni karena kedisiplinan pegawai, maka kami akan tegas. Karena kami tidak ingin anak-anak kami ini kerja asal-asalan,” jelasnya.

Akan tetapi lanjut Agus, kalau masalah pemotongan itu terjadi karena kerusakan sistem di mesin ceklok, maka pihaknya pun akan nertangingjawab. Gaji yang dipotong akan dikembalikan berdasarkan jumlah kehadiran pegawai yang bersangkutan.

“Saya akan kembalikan gaji honorer yang dipotong, kalau memang kesalahannya ada pada mesin ceklok. Itu akan jadi tanggungjawab saya sebagai direktur. Makanya kita akan cek dl,” tegasnya.

Untuk diketahui, jumlah tenaga honorer di BLUD RS Konawe mencapai 394 orang. Mereka terdiri dari dokter umum maupun spesialis, perawat, bidan, apoteker dan tenaga madis lainnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here