Dokter RS Konawe: Tidak Ada Gejala Covid-19 Pada ODP Asal Lambuya

Dokter Enos Oktafian saat memberi keterangan pers di kompleks BLUD RS Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Status pasien dalam pemantauan (PDP) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terhadap salah seorang warga asal Desa Tanggobu, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, sempat bikin heboh, Selasa (24/03/2020). Walaupun kemudian, tim dari Posko Percepatan Penanggulangan Covid-19 telah menurunkan status keduanya jadi orang dalam pemantauan (ODP).

Lalu, bagaimana penjelasan medis tentang diagnosa pasien tersebut? Awak media kami pun mencoba bertemu dengan perwakilan pihak rumah sakit (RS) Konawe, dalam hal ini dr. Enos Oktafian untuk memberi keterangan.

Pria yang berprofesi sebagai dokter umum ini menjelaskan, yang bersangkutan punya riwayat perjalanan ke Bangkok, Thailand dan belum lama pulang. Saat diperiksa, tidak ditemukan kriteria atau gejala Covid-19.

“Dia tidak demam. Tidak ada keluhan batuk, dan pilek. Hanya karena ada riwayat perjalanan (ke luar negeri, red) sehingga masuk ODP. Dia tidak akan PDP, karena tidak ada gejala khas (Covid-19),” ujarnya saat di temui di kompleks rumah sakit.

Meskipun demikian lanjut Enos, pasien yang bersangkutan, punya penyakit lainnya, yakni cacar air. Hal itu kata dia bisa menyebabkan panas. Suhu tubuh bisa naik, karena ada inveksi.

“Untuk penanganan pasien saat ke sini kami tangani sesuai SOP (Covid-19, red), karena bagi kami lebih baik mencegah daripada mengobati. Dan setelah di screening tidak ditemukan gejalan lain,” jelasnya.

Enos juga menyinggung satu ODP dari Unaaha yang sempat menjalani pemeriksaan di RS. Hasilnya juga tidak menunjukan gejala Covid-19.

“Riwayatnya, katanya pernah kontak dengan pasien positif Corona. Tapi pengakuannya tidak pernah. Dia hanya bekerja di sana (Toko, red). Dan saat diperiksa dia sehat,” pungkasnya.

Laporan: redaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here