Dorong Kampung Sagu di Desa Labela Jadi Icon Konawe

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe, Muh. Akbar bersama perwakilan dari Kementerian Ketahanan Pangan dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan se-Sultra saat berada di Desa Labela (foto: dok. pribadi / TRIBUN KONAWE

Nama Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe kini tengah naik daun. Belum lama ini Kepala Badan Ketahanan Pangan dari Kementerian Pertanian, Agung, bertandang ke sana. Kehadirannya dalam rangka mengecek realisasi program kampung sagu hasil kerja sama dengan FAO.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Konawe mengungkapkan, progres kampung sagu di desa Labela kini terus dimaksimalkan. Produk yang dihasilkan tak hanya melulu sagu basah. Tapi juga tepung kering yang dapat digunakan untuk bahan olahan lainnya seperti kue.

Selain itu, keterpaduan teknologi juga ada pada industri ini. Limbah uang dihasilkan dari produksi dapat kembali diolah lagi. Misalnya, limbah cairnya dapat dibuat gas metan, kulit sagunya dapat dibuat kriket atau menjadikan ampas olahan sagu sebagai media taman untuk produksi jamur.

“Di area pabrik sagu ada juga kolam ikan sebagai satu keterpaduan dari industri tersebut,” ujarnya.

Akbar optimis produksi industri sagu di labela dalam dikembangkan baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Meskipun juga ada kendala lain yang dihadapi, seperti banyaknya alih fungsi lahan sagu ke perkebunan kelapa sawit.

Akbar juga mengungkapkan, ke depannya akan ada Perpres yang mengatur yang mengharuskan industri olahan memakai bahan baku lokal sebanyak 10 persen. Menurutnya, hal tersebut adalah peluang besar bagi industri sagu Labela dalam memperluas pangsa pasarnya.

“Kita berharap, kampung sagu di Labela ini bisa menjadi icon dari Konawe maupun Sultra. Kita juga tengah merancang bagaimana kampung sagu ini menjadi kampung wisata,” pungkasnya. (Mj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here