DPP PAN Ingin Ardin Tetap Jadi Ketua DPRD Konawe

Ketua DPRD Konawe, H. Ardin bersama Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kursi Ketua DPRD Konawe yang kini diduduki H. Ardin sempat digoyang. Kabar tak sedap terkait pergantian Ketua DPRD awalnya muncul dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) sejak akhir tahun 2020 lalu.

Isu pergantian pimpinan tertinggi di DPRD Konawe kembali berhembus baru-baru ini. Kali ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sultra yang dinahkodai Abdurrahman Saleh (ARS) kembali menyurat ke DPRD Konawe. Isinya perihal pergantian Ketua DPRD Konawe, dari Ardin ke Benny Setiadi Burhan.

Ardin yang awalnya memilih bungkam terkait hal tersebut, akhirnya angkat bicara. Ia mengungkapkan, saat dirinya diisukan bakal dilengserkan dari posisinya lewat surat dari DPP PAN, ia langsung berangkat ke Jakarta.

Tanggal 6 November 2020, Ardin mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). Ia pun langsung menanyakan perihal SK DPP terkait pergantian dirinya.

Suasana pertemuan Ketua DPRD Konawe dan Ketua Umum DPP PAN, saat membicarakan terkait PAW Ardin.

Pada pertemuan itu, Zulhas mengatakan kepada Ardin kalau dirinya tidak pernah menandatangani surat Pernggantian Antar Waktu (PAW) Ketua DPRD Konawe. Selama ini dirinya hanya menandatangani surat terkait rekomendasi Pilkada di berbagai daerah.

Terkait surat rekomendasi kedua yang dikirim ke Sekretariat DPRD Konawe untuk PAW Ketua DPRD, Ardin menyebut kalau surat itu hanya berbentuk kopian saja. Bukan seperti surat asli sebelumnya, yang memiliki barcode.

Ardin pun menduga kalau surat rekomendasi DPP terkait pergantian dirinya di DPRD Konawe sarat akan permainan tidak sehat. Ia bahkan berani menuding nama Ketua DPW PAN, Abdurrahman Shaleh ada dibalik semuanya.

“Saya menduga ada permainan di DPW PAN Sultra. Abdurrahman Shaleh harus koreksi itu,” ujarnya.

Ardin dengan lantang mengatakan kepada ARS agar tidak main dengan partai. Menurutnya, kalau ingin partai besar sebaiknya jangan main-main. Jangan kemudian mengkerdilkan partai dengan tindakan-tindakan yang tidak semestinya.

“Jangan dikerdilkan. Konawe ini lumbung suara PAN. Bahkan Konawe menjadi penyumbang kursi terbanyak yang mengantarkannya (ARS) jadi Ketua DPRD Sultra,” jelasnya.

Ardin kembali mengoreksi, kedudukannya sebagai Ketua DPRD Konawe sudah tidak ada masalah. Surat rekomendasi DPP yang dikirim 2020 lalu sudah ditarik oleh Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Sultra, Kery Saiful Konggoasa.

“Makanya saya kaget tiba-tiba ada surat masuk untuk eksekusi ulang (surat DPP PAN) sebelumya. Sebagai kader, saya kembali melapor ke Ketua Umum dan perintahnya agar diabaikan saja surat itu,” katanya sembari menunjukan komunikasinya dengan Zulhas via WhatsApp.

Ardin juga menambahkan bahwa sejauh ini DPD PAN Konawe juga tidak mempermasalahkan dirinya sebagai Ketua DPRD Konawe. Termasuk fraksi PAN di DPRD Konawe.

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here