Dua Tersangka Kasus Perusda Konawe Kompak Mangkir dari Pemeriksaan

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe resmi menetapkan AS dan MR dalam perkara Perusahaan Daerah (Perusda) Konawe Jaya. AS merupakan direktur Perusda, sedangkan MR adalah bendaharanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Irwanuddin Tadjuddin, SH, MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Bustanil Nadjamuddin Arifin, SH mengatakan, penetapan kedua tersangka dilakukan sejak Senin, (19/72021).

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, jaksa penyidik telah menemukan dua alat bukti. Sehingga kita tetapkan dua orang tersangka dalam perkara Perusda Konawe Jaya,” jelas Bustanil kepada awak media, Kamis (22/7/2021).

Menurut mantan Kasi Pidsus Kejari Bombana itu, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Namun, AS dan MR kompak tidak hadir dengan alasan terpapar Covid-19.

“Kita agendakan pemeriksaan hari ini. Tetapi keduanya berhalangan hadir dengan alasan keduanya lagi sakit (terpapar Covid-19, red),” ujarnya.

Sebagai bukti kalau kedua tersangka betul-betul sakit, pengacara tersangka, Dr. Muhamad Iqbal, SH, MH datang menyampaikan surat hasil pemeriksaan laboratorium atas nama tersangka AS. Sementara untuk tersangka MR, surat keterangan sakitnya masih dalam proses.

“Suratnya sudah kami terima,” tambah Bustanil.

Terkait hal itu, unit Pidana Khusus Kejari Konawe akan menjadwalkan ulang pemeriksaan kedua tersangka. Penyidik menunggu hasil pemeriksaan kesehatan berikutnya untuk kemudian melanjutkan proses hukum selanjutnya.

Ditanya potensi ada tersangka lain dalam perkara tersebut, Bustanil belum mau membeberkan lebih jauh. Menurutnya, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara.

“Sampai saat ini masih dua tersangka. Kalau dalam pemeriksaan nantinya terungkap ada keterlibatan pihak lain, ya kita akan dalami itu. Termasuk aliran dana kita akan usut kemana saja dana itu mengalir, siapa yang turut menikmati,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menyebut telah mengendus adanya “aroma” dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah (Perusda) Konawe Jaya pada tahun anggaran 2016-2017 lalu.

Dugaan korupsi yang dimaksud terkait dana penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp.3,5 Miliar. Di mana Perusda Konawe pada tahun 2016 lalu mendapatkan suntikan dana dari Pemda sebesar Rp.1,5 Miliar. Kemudian pada tahun 2017, Perusda kembali menerima suntikan dana segar sebesar Rp. 2 Miliar.

Laporan: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here