Fokus Program Satu Desa Satu Perawat dan Peningkatan Kompetensi Perawat

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bersama istri yang sekaligus Ketua PPNI Konawe, Vince Sonaru (foto: dok. Humas / TRIBUN KONAWE
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bersama istri yang sekaligus Ketua PPNI Konawe, Vince Sonaru (foto: dok. Humas / TRIBUN KONAWE)

Kabupaten Konawe menjadi daerah yang pertamakali menerapkan program satu desa satu perawat di Sultra. Tak ayal, program tersebut pun mendapat apreasiasi positif dari pemerintah daerah lain.

Terwujudnya program tersebut adalah hasil kerja sama antara Pemda Konawe dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Konawe, sejak tahun 2016. PPNI sebagai organisasi induk, menjamin ketersediaan tenaga dan kualifikasi perawat.

Ketua PPNI Konawe, Vince Sonaru mengatakan, saat ini ada lebih dari 953 anggota PPNI Konawe yang tercatat aktif. Dan lebih dari 250 perawat telibat dalam program satu desa satu perawat.

Sejauh ini lanjut Vince, keberadaan perawat desa sudah di daerah tugasnya masing-masing cukup baik. Namun terkadang ada kendala-kendala, seperti yang mutasi kita harus carikan penggantinya. Kadang juga ada keterlambatan pembayaran gaji dari pihak desa.

“Tapi itu semua bisa di atasi. Makanya saat ini kami fokus untuk bagaimana meningkatkan kompetensi teman-teman perawat yang betugas,” ujarnya.

PPNI sendiri lanjut Vince tahun depan akan menggelar kegiatan-kegiatan pelantihan. Hal itu dalam rangka peningkatan kapasitas kompetensi perawat di Konawe.

“Kami juga masih akan terus berupaya agar perawat-perawat anggota PPNI di Konawe yang belum bekerja untuk bisa diberdayakan. Baik itu di Konawe sendiri maupun di daerah luar Konawe,” pungkasnya. (Mj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here