Gadis Penggembala Sapi Disekap Lalu Diperkosa di Dalam Hutan

Ilustrasi

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Malang nian nasib Cempaka (nama samaran, red), seorang gadis di Konawe. Ia menjadi korban pemerkosaan pria bejat, saat hendak menggembalakan sapinya di sebuah kebun.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/1/2019), sekira pukul 14.00 Wita. Ketika itu, pelaku bernama Rambo (samaran, red) tengah berada di sebuah kebun karet untuk menjerat burung. Pada saat yang sama, Cempaka (20 tahun, red) melintas dengan sapi gembalaannya.

Rambo pun terkesima pada Cempaka, yang sebenarnya merupakan anak berkebutuhan khusus. Suasana lengang dan jauh dari pemukiman membuat Rambo merasa telah mendapat kesempatan emas untuk menggarap tetangganya itu.

Hasrat pria berusia 35 tahun itu pun meluap-luap. Ia kalap dan terpedaya oleh syahwatnya. Perlahan ia mendekati Cempaka dan langsung menyergapnya dengan pelukan dari arah belakang.

Mendapati aksi tak senonoh dari Rambo, Cempaka pun berontak. Namun Rambo tetap kukuh dengan mengeratkan pelukannya. Bahkan Rambo langsung mengajak korban untuk berhubungan intim dan kembali ditolak.

Rambo pun makin kalap. Ia langsung menyekap mulut korban dan menggendongnya masuk ke hutan. Cempaka yang tak kuat menahan kekuatan cengkraman Rambo hanya bisa meronta sebisanya.

“Saat itu dia gendong saya masuk hutan dan saya dipaksa berhubungan,” terang Cempaka saat di temui di Unit Reksrim Polres Konawe saat hadir untuk menajalani pemeriksaan jiwanya, Rabu (30/1/2019).

Melihat kondisi korban yang sudah lemas, Rambo pun langsung menggayang tubuh dan kehormatan korban. Cempaka kala itu hanya bisa menangis dalam rontaannya.

Usai menandaskan berahinya, Rambo meninggalkan Cempaka begitu saja. Korbannya pun sempat diberi tahu agar kejadian itu jangan diberi tahu siapa-siapa.

Namun korban segera mengadu ke orang tuanya. Orang tua korban pun langsung menyambangi Mapolsek Puriala untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya. Tak butuh waktu lama, pelaku langsung ditangkap.

Kapolres Konawe, AKBP Muh Nur Akbar, melalui Kasubbag Humas, Iptu Ramis P yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Saat ini, tersangka telah diamankan di set tahanan Mapolsek Puriala.

Untuk mempertanggungjawakan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan atau Pasal 289 KUHP tentang pencabulan ancaman hukuman 9 tahun.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here