Gerak Cepat, Polres Konawe Mulai Hentikan Aktivitas Tambang Pasir Alat Berat

Satreskrim Polres Konawe saat menghentikan aktivitas salah satu tambang pasir alat berat di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pernyataan Kapolres Konawe, AKBP Wasis Santoso, yang akan menindak tambang pasir alat berat tak berizin, rupanya bukan sekadar gertak sambal. Sehari setelah penyataan itu diungkapkan di media, anggota Polres Konawe pun langsung turun melakukan penindakan di lapangan, Sabtu (6/11/2021).

Polres Konawe, melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menghentikan sejumlah alat berat yang melakukan aktivitas penambangan pasir di Kecamatan Uepai. Selain menghentikan alat berat, polisi juga mengimbau kepada pemilik lahan untuk melengkapi izin.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Moch Jacub Nursagli Kamaru, S.IK, MH yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia mengaku, pihaknya telah menghentikan alat berat yang melakukan penambangan pasir di pinggir sungai Konaweha di Kecamatan Uepai.

Mantan Kapolsek KP3 Kendari itu menuturkan, tindakan pertama yang dilakukan adalah mengehentikan aktivitas penambangan yang mengunakan alat berat. Selanjutnya, melakukan imbauan kepada pemilik lahan untuk segera mengurus izin.

“Hari ini kami menghentikan alat berat yang sementara melakukan penambangan dan meminta pemilik lahan agar mengurus izin. Jika masih ada alat berat yang beroperasi sebelum mengantongi izin maka kami akan melakukan tindakan tegas, ” tegasnya.

Jakob menambahkan, penyidik Tipidter masih terus mengindentifikasi lokasi-lokasi penambangan pasir di Kabupaten Konawe yang mengunakan alat berat. Jika belum mengantungi izin dari instansi berwenang akan dilakukan penindakan hukum.

“Anggota sementara mengidentifikasi semua lokasi-lokasi tambang pasir yang ada di wilayah hukum Polres Konawe,” katanya.

Sebelumnya, baik Kapolres maupun Kajari Konawe sama-sama menyoroti keberadaan tambang pasir tak berizin yang menggunakan alat. Di sisi lain, keduanya bisa memaklumi jika tambang yang tengah dikelola itu masih menggunakan tenaga manual atau sekop. Di mana, banyak warga kecil yang menggantungkan hidup di sana.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here