Gusli Pertaruhkan Jabatan Wabup Konawe di Hadapan Mahasiswa

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat menerima aksi massa IPPMIK (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Aksi demonstrasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiwa Konawe (IPPMIK) Kendari di kantor Bupati Konawe sempat ricuh, Rabu (11/9/2019).

Massa aksi yang bergerak dari Kendari, tiba di depan kantor Bupati Konawe, sekira pukul 10.00 Wita. Tepat digerbang masuk, mereka menggelar orasi terkait tuntutannya. Mereka dijaga ketat aparat Satuan Polisi Pamong Praja dan satuan dari Polres Konawe.

Hanya satu tuntutan pokok mahasiswa. Pemda Konawe harus membangunkan mereka asrama mahasiswa Konawe di Kendari.

Menurut Ketua IPPMIK, Muh. Arjuna, tahun 2015 lalu Pemda telah berjanji. Katanya, asrama akan dibangun 2016. Tetapi, hingga saat ini janji hanya tinggal janji.

Setelah sekian menit beroprasi, mahasiwa menuntut untuk dipertemukan dengan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Namun, orang yang dicari tak ada di tempat. Langkah mereka terhalau gerbang besi dan aparat.

Tak terima dengan kondisi itu, massa aksi pun merangsek masuk. Pagar dan barisan aparat yang berjaga diterobos. Alhasil, pagar kantor bupati rusak parah.

Setibanya di lobi kantor bupati, massa langsung ditemui oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara. Di hadapan massa, Gusli langsung mengikrarkan janji pembangunan asrama mahasiswa Konawe di Kendari.

“Saya janjikan tahun depan (2020) kita bangun. Kalau tidak terealisasi, saya mundur dari jabatan wakil bupati,” tegas Gusli saat naik berorasi di atas mobil massa aksi.

Menurut mantan Ketua DPRD Konawe, di Konawe ada 21 perusahaan besar yang beroperasi. Pemda bisa mendesak perusahaan-perusahaan tersebut untuk membayar CSR untuk pembangunan asrma.

Sebagai komitmen atas kata-katanya, Gusli bahkan menulis surat pernyataan. Di dalamnya ia menyatakan akan menepati janjinya dan proses perencanaan pembangunan sudah akan diusulkan diperubahan anggaran 2019. Surat pernyataan itu juga dibubuhi dengan tanda tangan di atas materai.

“Kalau pembahasan perubahan di DPRD, kawan-kawan mahasiswa akan kita undang. Kita kawal bersama aspirasi ini. Termasuk mengawal kebijakan perusahaan-perusahaan agar segera membayarkan CRS-nya,” tandansya.

Menanggapi keseriusan Wakil Bupati Konawe dalam merespon tuntutan mereka, para mahasiswa memberi apresiasi. Ucapan terimakasih mengalir untuk Gusli.

Usai bertemu wakil bupati, massa melanjutkan aksinya di kantor DPRD Konawe. Di sana mareka diterima salah seorang anggota dewan, Rusdianto. Dewan pun berjanji akan memprioritaskan pembangunan asrama mahasiswa Konawe di Kendari.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here