Hadiri Sidang Tipikor, Kery: Saya Hadir untuk Buktikan Tak Bersalah

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat menjawab pertanyaan awak media usai sidang di Pengadilan Tipikor, Kendari (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Sidang Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) Konawe berlangsung di Pengadilan Tipikor Kendari, Senin (5/8/2019).

Pada sidang tersebut turut hadir sejumlah saksi kunci untuk dimintai keterangannya. Mereka adalah Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, Mantan Wakil Bupati Konawe, Parinringi, Mantan Sekretaris Daerah Konawe, Achmad Setiawan, mantan Sekretaris Pirbadi Bupati Konawe, M. Fauzi dan Pegawai BPKAD Konawe, Kusnia.

Kery saat mengikuti proses sidang.

Dalam keterangan sidang, Kery membantah semua tuduhan yang di alamatkan kepadanya oleh terdakwa Gunawan. Gunawan merupakan mantan Bendahara Diknas Konawe yang telah menuduh Kery pernah menerima dana senilai Rp1,6 milliar.

Dalam keterangannya, Gunawan mengatakan pernah menyerahkan uang kepada Kery di rumahnya yang terletak di suatu tempat di Kendari. Namun, Kery membantah dengan mengatakan, kalau dirinya tidak punya rumah di tempat yang disangkakan terdakwa.

Sementara itu dua mantan Kepala Diknas Konawe, Ridwan Lamaroa dan Jumrin Pagala yang merupakan terdakwa lainnya, tidak banyak bicara. Saat diberi kesempatan
oleh hakim ketua untuk bertanya, mereka hanya berkata cukup.

Kery saat memeluk mantan Sekda Konawe, Ridwan Lamaroa yang merupakan terdakwa dalam kasus Tipikor Diknas Konawe.

Diakhir persidangan Kery mengungkapkan, jika salah satu terdakwa pernah memintanya agar dibantu menyelesaikan masalah tersebut. Namun, Kery menegaskan agar masalah tersebut segera diselesaikan sebelum masuk ke ranah hukum.

Usai persidangan, Kery langsung memberi keterangan ke sejumlah awak media. Saat ditanya terkait aliran dana korupsi yang masuk ke dirinya, ia segera menampik.

“Kalau seandainya dana itu saya terima, pasti saya kembalikan,” ujar Kery mengulangi pernyataan yang pernah ia sampaikan di hadapan majelis hakim.

Terkait adanya catatan nama-nama penerima uang yang sudah ditulis terdakwa Gunawan, Kery mengatakan silahkan saja. Namun menurutnya, hukum itu fakta dan bukan imajinasi boleh sembarang dikarang.

“Hukum itu fakta bukan imajinasi. Saya hadir di sini untuk buktikan kalau saya tidak bersalah. Dan saya juga hadiri di sini sebagai pembuktian kalau saya ini warga negara yang baik,” pungkas Kery.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here