Hati-Hati Tipu Daya Para Calo, Masuk di VDNI dan OSS itu Gratis

Aktivitas karyawan di PT VDNI (foto: istimewa)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Sejak pertengahan 2020, proses penerimaan calon tenaga kerja lokal (TKL) di PT VDNI dan PT OSS dilakukan melalui Pemda Konawe. Ada banyak harapan yang melatarbelakanginya.

Pemda ingin, penerimaan TKL bebas dari pungutan liar (pungli) oleh oknum yang mengaku “orang dalam.” Pemda juga ingin memastikan bahwa TKL yang diterima harus memprioritaskan warga Konawe, khususnya daerah lingkar industri. Meskipun, perekrutan TKL tetap terbuka untuk semua daerah se-Indonesia.

Seiring waktu berjalan, harapan untuk bisa bekerja tanpa ada pungli tampaknya jauh panggang dari api. Praktiknya, banyak keluhan dari para TKL yang dijanjikan masuk pakai “jalur tol” dengan membayar sejumlah nominal. Jika tidak, maka bakal susah diterima di perusahaan.

Para calo bahkan banyak yang terang-terangan menawarkan jasanya di media sosial, seperti FB. Mereka mengaku sebagai orang dalam di perusahaan dan juga Pemda Konawe.

Berdasarkan info yang dihimpun media ini, Mahar yang calon TKL harus bayarkan angkanya bervariasi mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 6 juta. Bahkan, sebelum mengikuti tahapan tes para TKL harus memberikan uang muka atau DP kepada oknum yang mengaku orang dalam. Nilainya antara Rp1 sampai Rp2 juta.

Bukti kwitansi dari calon TKL setelah memberikan sejumlah uang kepada oknum yang mengaku “orang dalam,” untuk memuluskan langkahnya masuk kerja ke perusahaan.

Salah satu TKL PT VDNI yang lolos berkas di Pemda Konawe mengungkapkan, dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 4 juta untuk bisa bekerja di PT VDNI. Ia harus membayarkan uang muka kepada oknum yang mengaku dari Pemda Konawe sebesar Rp1 juta. Sisanya, akan dibayarkan setelah dinyatakan lulus menjadi TKL.

“Awalnya saya ditawarkan sebesar Rp 6 juta. Namun, saya tawar karena kemampuan saya hanya Rp1 juta. Dan oknum itu kemudian menyuruh saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti tes yaitu foto copy KTP dan Kartu Keluarga. Setelah saya dinyatakan lulus, saya harus membayar sisanya,” kata TKL yang tidak mau disebutkan namanya yang kini bekerja di Control Room.

TKL lainnya yang juga lolos seleksi berkas Pemda, yang kini bekerja di Divisi Dump Truck juga punya cerita lain. Ia harus membayar mahar sebesar Rp6 juta untuk bisa lulus di divisi itu. Sebelum mengikuti tes, dirinya harus membayar DP sebesar RP 2 juta. Sisanya, dibayar setelah diterima menjadi pekerja di Divisi Dump Truck PT VDNI.

“Oknum itu mengaku dari Pemda dan menawarkan kepada saya. Dan bukan hanya saya yang ditawarkan. Sebelumnya ada yang urus dan dia lulus jadi saya mau juga diuruskan supaya bisa bekerja,” kata TKL yang juga tak mau disebutkan namanya.

“Nasib baik” dua TKL itu ternyata tak seberuntung calon TKL bernama, Fatmawati. Wanita itu telah membayar DP sebesar Rp1 juta. Uang itu ia serahkan kepada oknum dengan bukti kwitansi bermaterai. Isi kwitansinya bertuliskan “titipan sementara” belum mendapatkan panggilan. Uang pelicin itu telah ia bayarkan tanggal 10 Juni 2021 lalu kepada oknum yang menggaransikan dirinya.

“Sudah empat bulan mi saya tunggu belum ada. Saat itu saya ditawari Rp3,5 juta untuk lulus tes. Dan saya sudah DP tidak ada kabar sampai sekarang. Dan kalau memang saya tidak bisa lulus uang saya bisa dikembalikan, karena uang itu juga saya pinjam,” pintanya.

Kabag Humas dan Protokoler Setda Konawe, Sukri Nur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Konawe, Sukri Nur mengatakan, perekrutan calon TKL di PT VDNI maupun PT OSS itu gratis. Dalam artinya, tidak ada pembayaran, kecuali biaya swab atau rapid Covid-19 yang menjadi salah satu syarat setelah lolos berkas.

“Jadi kita tidak membayar sepeserpun. Semuanya dilakukan dengan gratis. Tujuan utama perekrutan diambil alih oleh Pemda Konawe salah satunya adalah untuk memangkas pungli yang sebelumnya kerap terjadi. Fokus kita adalah ingin menurunkan angka penganguran di Konawe, Sultra dan Indonesia. Dan itu sudah terbukti,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (12/10/2021).

Sukri mengungkapkan, di media sosial seperti FB, para pencari kerja, juga banyak yang menawarkan diri. Kadang membuat status FB dengan menuliskan kalau mereka ingin masuk kerja di divisi tertentu. Tak lupa juga disertakan dengan nomor HP dan WA.

“Mereka (para calon TKL) juga menyatakan di status FB- nya kalau uangnya siap. Hal itulah yang membuat para calo bermunculan untuk menawarkan diri bisa membantu,” jelas Sukri.

Sukri menambahkan, saat ini proses perekrutan TKL PT VDNI dan PT OSS masih terus berjalan. Setiap pendaftar kemungkinan besar pasti akan masuk. Namun diharapkan untuk bersabar mengantri, karena banyak pelamar ikut mendaftarkan diri.

“Kalau namanya belum keluar pada pengumuman saat ini, biasanya akan keluar pada pengumuman selanjutnya. Makanya harap bersabar. Yang jelasnya, proses penerimaan karyawan masih terus berjalan,” pungkasnya.

Laporan: redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here