Kapolres Konawe Sentil Penambang Pasir Alat Berat: Lengkapi Izin Baru Beroperasi

Kapolres Konawe, AKBP Wasis Santoso, SIK.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Keberadaan tambang pasir tak berizin alias ilegal di Konawe mendapat sorotan dari Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso, S.IK. Sorotan itu lebih ditujukan kepada para penambang yang menggunakan alat berat.

Kepada awak media, pria dengan pangkat dua melati dipundaknya itu mengaku pihaknya mendukung penuh percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, hal itu telah tertuang dalam instruksi presiden.

Meski demikian lanjut Wasis, ia juga tetap merujuk pada aturan perundang-undangan. Ia mengimbau kepada seluruh penambang besar yang bekerja sama atau mitra kerja dari PSN (Bendung Ameroro) tersebut untuk segera melengkapi segala bentuk perizinan.

“Harus melengkapi izin terlebih dahulu seperti UKL-UPL dari DLH, Rekomtek dari BWS dan IUP dari Kementerian baru bisa beroperasi,” tegasnya.

Kapolres Buton Utara ini menyebut akan melakukan penindakan apabila aktivitas tersebut mengancam kerusakan lingkungan. Penegasan itu diberikan kepada para penambang pasir yang menggunakan alat berat.

Sementara untuk para penambang kecil atau tambang rakyat yang bekerja manual menggunakan sekop, Wasis masih memberikan pemakluman. Katanya, mereka hanyalah rakyat yang cari makan. Dampak lingkungan yang ditimbulkan juga kecil.

“Kalau tambang skala besar itu wajib memiliki izin,” tegasnya lagi.

Wasis menambahkan, aparat penegak hukum (APH), Polri dan Kejaksaan akan bersinergi dalam hal penegakan hukum. Keduanya akan berada di garda terdepan dalam mendukung percepatan pembangunan PSN.

“Kita ingin daerah ini tetap kondusif. Untuk itu bukan hanya penegak hukum, tetapi masyarakat dan pemilik tambang juga harus bekerja sama dalam hal ini melengkapi perizinan baru operasi,” tandasnya.

Sebelumnya, hal senada juga telah diungkapkan Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin. Ia menyoroti banyaknya penambang pasir alat berat yang ternyata tidak memiliki dokumen izin. Ia pun menegaskan kalau hal itu ilegal dan tidak boleh dilegalkan hanya karena ada PSN yang tengah dikerjakan di Konawe.

Laporan: redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here