Karang Taruna Pimpinan Abdul Hasim Dinilai Cacat

Ketua Karang Taruna Konawe Periode 2014-2019, Ujung Lasandara Bersama Wakil Ketua I, Sukri Tahir (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Konawe yang sekaligus pemilihan ketua baru pada Rabu (21/8/2019) ternyata dinilai cacat prosedur. Keberatan itu datang dari pengurus karang taruna masa bakti 2014-2019.

Berdasarkan hasil TKD tersebut, Abdul Hasim terpilih sebagai ketua Karang Taruna baru menggantikan Ujung Lasandara. Alasan mengapa harus digelar TKD yang terkesan tergesa-gesa itu pun diungkapkan Ketua Organisasi dan Kaderisasi Karang Taruna Sultra, Muhammad Ali Yasin. Katanya, karang taruna Konawe sudah 10 tahun fakum, sehingga perlu penyegaran.

Menanggali hal tersebut Wakil Ketua I Karang Taruna Konawe masa Bakti 2014-2019, Sukri Tahir menuturkan bahwa pengurus Karang Taruna Konawe yang masih berjalan tidak menerima Hasil TKD tersebut. Menurutnya, jika dianggap Karang Taruna Konawe fakum, Tahir menampiknya.

“Katanya kan 10 tahun fakum. Jika yang dimaksud kepengurusannya sebelum kami mungkin iya. Tapi dikepengurusan kami Karang Taruna Konawe aktif dalam berbagai kegiatan,” ujarnya saat menggelar konfrensi pers di sebuah cafe, Jumat (23/8/2019).

Sukri, mempertanyakan mengapa tiba-tiba ada pengangkatan caretaker, dalam hal ini Marwan Khaliq. Sebab, pengangkatan caretaker itu dilakukan kalau terjadi kefakuman minimal selama dua tahun berjalan dan itu di atur dalam AD ART organisasi.

“Yang perlu diketahui kami tidak fakum, kegiatan kami terus berjalan. Kalau pun ada kefakuman, sudah sejak lama seharusnya diangkat carekater. Bukan nanti jelang kepengurusan ini berakhir. Inikan ada apa dan pengurus provinsi harus menjawab ini,” tanya Sukri.

Menurut Sukri, pihaknya sama sekali tidak pernah menerima surat teguran atau penyampaian perihal kefakuman organisasi dari pengurus provinsi. Pun tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada pengurus kabupaten perihal penunjukan caretaker.

“Termasuk penyelenggaraan TKD yang tidak ada surat ke kami. Penyampaian lisan pun tidak ada,” jelas Suktri yang didampingi Ketua Karang Taruna Konawe, Ujung Lasandara.

Sukri menerangkan, yang seharusnya melakukan TKD itu pengurus Karang Taruna periode 2014-2019. Dan masa bakti pengurus lama sesuai SK pengangkatan, akan berakhir pada tanggal 29 Oktober 2019.

“Makanya kami heran mengapa tiba-tiba ada TKD. Dan anehnya unsur pimpinan tidak tahu. Karang taruna provinsi seharusnya menjawab ini,” pungkasnya.

Semwntara itu Ujung Lasandara menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan ditunjuknya Abdul Hasim sebagai Ketua Karang Taruna Konawe yang baru. Akan tetapi, prosesnya yang tidak prosedural.

Untuk diketahui, TDK Konawe berlangsung Rabu (21/8/2019) di salah satu hotel. Acara tersebut dihadiri Ketua OKK Karang Taruna Sultra, Muhammad Ali Yasin, Caretaker Karang Taruna Konawe, Marwan Khaliq dan pangurus Karang Taruna Kecamatan. Hasil dari TKD tersebut menunjuk Abdul Hasim sebagai Ketua Karang Taruna Konawe yang baru.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here