Kendari-Unaaha Nyaris Putus, Banjir Pondidaha-Wonggeduku Makin Parah

Suasana pelintasan jalan yang tergenang banjir di Desa Hongoa Lecamatan Pondidaha (foto: Mas Jaya / Tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kondisi jalan poros di Kecamatan Wonggeduku dan Pondidaha hingga, Kamis (13/6/2019) makin parah. Jika sebelumnya, mobil kelas masih bisa melintas, kini sudah tak bisa lagi.

Pantauan Tribunkonawe.com di Tiga desa di desa Wukusao, Kecamatan Wonggeduku, pagi pukul 07.15 Wita, tampak terjadi kemacetan parah di aera banjir. Kendaraan roda dua yang dari arah Unaaha, tampak mengantri untuk diangkut ke mobil truk untuk menyeberangi jalan. Para pemotor tidak bisa melintas, karena ketinggian air di jalan sudah mencapai pinggang orang dewasa. Tarifnya mencapai Rp 30 ribu per motor.

Mobil pun sama. Kendaraan roda empat sekelas Avanza juga tak bisa melintas. Mereka juga harus memakai jasa angkutan truk untuk bisa melintas. Tarifnya, mencapai Rp 500 ribu per mobil.

Sebuah mobil Fortuner terpaksa harus didorong karena mogok saat melintasi jalan yang direndam banjir (foto: Mas Jaya / Tirbunkonawe.com)

Meski demikian, mobil yang memiliki ground clearance tinggi, seperti Fortuner, Pajero, Hilux Doble Cabin dan mobil tinggi lainnya masih bisa melintas. Namun harus berhati-hati jika tak ingin mogok di tengah jalan. Mobil Fortuner yang sempat awak media kami tumpangi selama penyeberangan sempat mogok dan harus didorong ke titik yang tak tergenang.

Sekira pukul 08.30 Wita, penyeberangan menggunakan angkutan truk dilarang. Warga protes, karena setiap mobil melintas, terjadi gelombang yang mengantam rumah pengungsian warga.

Awak media kami yang sempat melintas dengan menumpang di mobil Polisi Lalulintas melihat setiap mobil melintas, warga tampak geram dan pengumpat. Mereka berteriak meminta pengendara untuk pelan-pelan. Hal tersebut juga membuat pengendara dilematis. Sebab, jika kendaraan dipacu cukup lambat di kedalaman banjir maka akan berisiko mogok.

Seorang pemotor terpaksa harus mendorong kuda besinya untuk melintasi genangan banjir (foto: Mas Jaya / Tribunkonawe.com)

Hingga berita ini tulis, warga sekitar banjir sudah membuat pincara sebagai jasa penyeberangan. Per motor dikenai tarif Rp20 ribu. Warga lainnya membuka jasa dorong mobil kepada pengendara roda empat yang hendak melintas dengan tarif Rp30 ribu per mobil.

Untuk diketahui, kondisi jalan yang digenangi banjir dari arah Unaaha ke Kendari milai dari Desa Wukusao Kecamatan Wonggeduku, Desa Pumbinisi, Hongoa, Wonua Mandara dan Amesiu di Kecamatan Pondidaha, serta desa Pohara di Kecamatan Sampara.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here