Kepada Tamu Manca Negara, Bupati Konawe: Potensi Sagu Konawe Capai 3.725 Ha

Bupati Konawe, Kery Saifu Konggoasa bersama tetamu manca negara saat diperlihatkan cara menggiling batang sagu secara modern (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: BESULUTU – Sejumlah tamu dari manca negara dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyambangi Kampung Sagu, Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Jumat (1/11/2019). Kunjungan tersebut diberi nama Diplomatic Tour dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-74 ( peringatan ke-39 untuk Indonesia, red).

Kehadiran para duta besar (Dubes) dari negara sahabat serta tamu dari Kementerian Pertanian, disambut langsung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Turut hadir Ketua DPRD Konawe, H. Ardin, Sekda Konawe, Ferdinan Sapan, kepala-kepala OPD dan anggota DPRD Konawe.

Saat menyampaikan pidatonya, Bupati Konawe menilai, kunjungan diplomatik tour itu sangat strategis dalam rangka memantapkan pembangunan ketahanan pangan daerah dan ketahanan nasional. Menurut Kery, pihaknya akan meningkatkan diversifikasi peran Sagu sebagai alternatif pengganti makanan pokok selain beras, guna mencapai target lumbung pangan tahun 2025. Serta untuk menjadikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045.

Penanggungjawab Kegiatan HPS di Konawe yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh. Akbar saat berkomunikasi dengan salah satu tamu manca negara (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

Ketua Harian Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra menerangkan, potensi tanaman Sagu di Kabupaten Konawe seluas 3.725 Ha. Lahan Sagu tersebut tersebar di Kecamatan Bondoala, Sampara, Meluhu, Lambuya, Puriala, Abuki, Asinua, Latoma, dan Besulutu.

“Sementara luas lahan pertanaman Sagu yang ada di Desa Labela ini seluas Kurang Lebih 70 Ha yang tumbuh di antara lembah dan perkampungan warga masyarakat,” ujarnya.

Menurut mantan Ketua DPRD Konawe ini, luas penanaman Sagu yang saat ini ada di Kawasan lndustri dan Demplot Sagu hasil dari Pengembangan pihak FAO. Adapun luas lokasi kunjungan para uta Dubes negara sahabat seluas 0,75 Ha ntuk pertanaman Sagu dan 0,25 Ha lokasi pabrik dan pengembangan kegiatan pertanian lainnya seperti kolam ikan dan tanaman pangan serta sayuran Iainnya.

Kery menegaskan kembali bahwa pembangunan Ketahanan Pangan sudah menjadi komitmen dari Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe. Komitmen Pemda Konawe yaitu menjaga ketersediaan pangan, menjaga kestabilan harga pangan, meningkatkan mutu dan kualitas bahan pangan, meningkatkan produksi pangan serta mengatur dan mengawasi distribusi pangan.

Dua lelaki ini sedang menghaluskan batang Saku secara tradisional. Proses ini disebut Sumaku (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

Diketahui, hingga saat ini Kabupaten Konawe masih menjadi salah satu daerah Swasembada Beras dan menjadi penyanggah utama dalam menyuplay kebutuhan beras daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan bahkan Nasional.

Untuk itu, dengan adanya kunjungan diplomatic tour ini yang tema utama dalam Kegiatan ini adalah Pengembangan dan Peningkatan Peran Sagu menjadi Sumber Pangan yang berkelanjutan.

“Kami yakin dan percaya bahwa ke depannya Kabupaten Konawe akan semakin meningkat produksi Sagunya,” ujarnya.

Oleh karena masyarakat Konawe akan semakin mengurangi konsumsi nasi dalam kebutuhan sehari-harinya dengan mengganti untuk mengkonsumsi Sagu yang higienis dan berkualitas hasil produksi industri Sagu Labela ini.

Diketahui, Kawasan Kampung Sagu Desa Labela Kecamatan Besulutu merupakan proyek bantuan FAO Indonesia yang dimulai tahun 2016 hingga 2018 dengan pendampingan agronomis dan pengolahan sagu secara modern dan menghasilkan Tepung Sagu yang dikelola dengan model Kelompok Usaha Sagu yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Desa Labela.

Prises pemisahan ampas batang sagu dengan sari patih sagu secara tradisional. Proses ini disebut Lumanda (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

Proses produksi tepung di pabrik ini baru berjalan pada bulan Juni tahun 2018 hingga Tahun 2019 ini dengan menghasilkan sebanyak sekitar 2,5 Ton Tepung Sagu Basah dan 3 Ton Tepung Sagu Kering.

Jumlah produksi ini ujar Kery belum maksimal dihasilkan karena masih terbatasnya kemampuan daya olah mesin parut yang ada dan terlambatnya suplay bahan baku.

Untuk itu sebut Kery, Pemerintah Kabupaten Konawe pada tahun mendatang akan memberikan perhatian khusus pada pengembangan Industri Sagu ini.

Perhatian tersebut akan diberikan Kery pada Tahun Anggaran 2020 ini karena Pihak FAO dan Pemerintah Republik Indonesia mela|ui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia baru saja pada bu|an Juli Tahun 2019 menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe, untuk selanjutnya dikelola oleh Kelompok Usaha Sagu Desa Labela Kecamatan Besulutu.

“Seluruh hasil tepung Sagu dari Pabrik dan Induatri Sagu Desa Labela telah di pasarkan ke Kota Kendari dan sekitarnya,” sebut Bupati Konawe.

Selain itu, bagi ibu-ibu melalui wadah kelompok PKK dan Dasa Wisma diharapkan melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk memprioritaskan makan Sagu sebagai pengganti beras melalui Program One Day No Rice atau makan sagu sehari sebagai ganti makan nasi, di kalangan keluarga dan anggota keluarga.

“Saya bersama jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat mengucapkan Selamat Datang di Kampung Sagu Desa Labela Kecamatan Besulutu. Semoga berkesan dan berkelanjutan khsususnya bagi para Duta Besar Negara Sahabat dan Peserta Diplomatic Tour untuk berinvestasi dalam bidang Pengembangan Sagu dan Bahan Pangan lainnya yang ada di Kabupaten Konawe,” tuturnya.

Lebih lanjut Kery menjelaskan bahwa Kawasan lndustri dan Demplot Pertanaman Sagu, diharapkan pula melalui Program FAQ di Desa Labela ini juga akan dijadikan sebagai Sekolah Lapang Budidaya dan Pengolahan Hasil Tepung Sagu dan Produk Hilir Iainnya.

“Saya sebagai Bupati Konawe bersama rakyat Konawe bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pihak FAO Indonesia beserta jajarannya, Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian RI, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra yang telah memprakarsai kegiatan ini,” lanjutnya.

Kery pun minta kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan bersama jajarannya untuk lebih memperluas Kawasan Gerakan Budidaya Sagu dan mengelolah Pohon Sagu atau Pohon Rumbia ini, sehingga hasilnya lebih baik yaitu produktivitasnya tinggi dan areal pertanamannya luas, demikian juga pengolahan hasilnya supaya diterapkan stander mutu tepung sagu.

Kery pada kesempatan tersebut juga mendorong penambahan dan pemberian Bantuan Alat Pengolahan Sagu yang modern dan portable karena itu akan sangat membantu pengembangan produksi Tepung Sagu.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Konawe agar budayakan kearifan lokal dengan tetap melestarikan adat Tolaki yang bila hendak menikah maka calon mempelai pria wajib menanam pohon Sagu terlebih dahulu sebagai maharnya,”ucap Kery.

Tentunya dengan budaya kearifan lokal ini akan makin menambah serta mempertahankan populasi Sagu di masa mendatang. Pemerintah Daerah melalui APBD Konawe akan memprogram peIatihan budidaya, pengolahan hasil sagu termasuk memproteksi hasil tebangan sagu untuk tidak dijual secara gelondongan dan di bawah keluar Kabuoaten Konawe dalam bentuk Batang Sagu.

Namun, diharapkan dengan adanya lndustri Sagu Modern ini, maka produksi Sagu yang di pasarkan keluar Kabupaten Konawe sudah dalam bentuk Tepung Kering atau Sagu Basah maupun dalam bentuk olahan lainnya.

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan, dan akhirnya saya mengucapkan Selamat kepada Desa Labela Kecamatan Besulutu yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian dan Panitia Hari Pangan Sedunia Re 39 tahun 2019 untuk menjadi salah satu Lokasi Kunjungan DIPLOMATIC TOUR.

Selanjutnya, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa persilakan tamu untuk mengunjungi lndustri dan kebun Sagu yang ada di dalam Kawasan Kampung Sagu ini serta.

“Kami berharap seluruh tamu dapat menikmati suasana alam yang sejuk di dalam Kebun Sagu dan aneka panganan serba Sagu,” harapnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here