Kepala Rutan Unaaha Akui Imanuddin Dua Kali Keluar Masuk Rutan

Wakil Ketua DPRD Konkep, Imanuddin (baju kuning) saat dieksekusi ke Rutan Kelas II B Unaaha beberapa waktu lalu.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Nama Imanuddin belakangan menjadi perbincangan publik. Penyebabnya bukan karena prestasi atau kinerjanya. Melainkan lantaran kasus yang menjeratnya.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Konawe Kepulauan itu menjadi terpidana tindak pidana Pemilu 2020. Ia pun telah dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Unaaha sejak 14 Februari 2021 lalu.

Sebagai tahanan terpidana, Imanuddin seharusnya berada di blok tahanan. Namun faktanya, ia kedapatan tengah menikmati makan malam di salah satu rumah makan di Kota Kendari, Selasa (23/2/2021). Di salah satu media (sultrust.id) bahkan menyebutkan bahwa Imanuddin pernah terlihat di salah satu tempat wisata di Konawe selama masa kurungannya.

Kepala Rutan Kelas II B Unaaha, Herianto.

Menanggapi hal tersebut Kepala Rutan Kelas II B Unaaha, Herianto tidak menampik. Ia membenarkan kalau Imanuddin sempat keluar Rutan pada Selasa (23/2/2021). Kebijakan itu juga atas izinnya.

“Yang bersangkutan itu keluar dalam rangka cek kesehatan” ujar Herianto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/2/2021).

Herianto menjelaskan, saat hendak dieksekusi masuk Rutan, Imanuddin sempat menjalani pemeriksaan dan tes rapid Covid-19. Hasilnya reakif dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri.

Di sisi lain, Kejaksaan mendesak agar yang bersangkutan segera ditahan. Sehingga alternatifnya, Imanuddin harus ditahan dan menjalani masa kurungan di ruang isolasi Covid-19 Rutan Unaaha.

“Sesuai anjuran dokter yang bersangkutan harus memeriksakan dirinya sepuluh hari sejak pemeriksaan sebelum penahanan. Dan kemarin lah itu (23/2/2021, red). Atas alasan itulah ia kami izinkan untuk keluar untuk periksa kesehatan. Hasilnya sudah non-reaktif,” ujarnya.

Terkait pernyataan Herianto sebelumnya yang menyatakan kalau Imanuddin keluar Rutan karena penyakit jantungnya, ia juga tidak menampik. Katanya, hal tersebut sudah inklut dengan pemeriksaan Covid-19. Akan tetapi, menampik jika keluarnya Imanuddin dari Rutan adalah terkait urusannya dengan bupati.

Saat Imanuddin melakukan pemeriksaan lanjut Herianto, ia didampingi dua petugas Rutan. Satu petugas medis dan satu petugas pengawalan.

Herianto pun tidak menampik perihal keberadaan Imanuddin di sebuah rumah makan di Kendari. Menurutnya hal itu masih wajar. Lagi pula, Imanuddin juga masih dalam pengawalan petugas. Selanjutnya mereka kembali ke Rutan malam itu juga dan tiba pukul 21.00 Wita.

“Jadi mereka pergi dari Rutan jam 10 pagi dan pulang jam 9 malam,” jelasnya.

Terkait informasi bahwa Imanuddin sempat terlihat di tempat wisata di Konawe, Herianto mengaku bakal mengecek hal tersebut. Namun diakuinya, Imanuddin juga sempat meninggalkan Rutan pada Sabtu (20/2/2021). Alasannya juga untuk cek kesehatan juga.

“Hari Sabtu sempat izin keluar untuk cek kesehatan di RS Konawe. Tetapi ia (Imanuddin, red) tolak dan ingin periksa kesehatan di klinik saja (klinik di Kendari, red),” terangnya.

Terkait jam keluar masuk Imanuddin pada hari Sabtu tersebut, Herianto mengatakan, kalau si terpidana keluar pukul 10.00 Wita dan kembali pukul 21.00 Wita. Pada hari itu, Imanuddin juga didampingi dua petugas Rutan.

Adapun alasan mengapa Imanuddin keluar dalam waktu yang cukup lama pada hari itu, padahal ia sendiri tidak jadi memeriksakan kesehatannya di RS Konawe, Herianto masih akan memintai keterangan dua petugas yang mengawal Imanuddin.

“Kita masih akan mintai keterangan dua petugas yang mengawalnya,” pungkasnya.

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here