Kery Sebut Pemprov Durhaka Pada Konawe

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa merasa geram melihat aktivitas proyek di objek wisata Pulau Bokori yang terletak di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut bupati dua periode itu, aktivitas proyek di Bokori selama ini hanya melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Padahal, Pulau Bokori sendiri merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Konawe.

“Harus distop,” tegas Kery saat ditemui awak media, Kamis (29/4/2021).

Pria yang akrab dengan sapaan KSK itu mengatakan, aktivitas proyek dapat dilanjutkan kembali apabila ada renegosiasi antara Pemprov dan Pemda Konawe. Ia bahkan mengungkapkan kalau selama ini Konawe belum mendapatkan apa-apa dari pengelolaan objek wisata di Pulau Bokori.

“Konawe belum dapat apa-apa. Padahal pengelolaan pulau sudah berjalan kurang lebih lima tahun,” ungkapnya.

Kery menyebut, Pemprov yang dalam hal ini Dinas Pariwisata Sultra selama menangani Pulau Bokori hanya berstatus sebagai pinjam pakai. Bukan lantas menjadi milik Pemprov seutuhnya.

“Nur Alam ketika itu menyatakan keinginannya untuk membangun Bokori. Saya oke dengan catatan status pinjam pakai,” tambahnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe ini juga mengklaim, jika pihaknya saat ini telah memiliki anggaran untuk membangun Pulau Bokori, bahkan untuk Pulau Saponda laut.

Adanya sikap cuek Pemprov terhadap Konawe terkait pengelolaan Bokori, ternyata membuat Kery merasa tersinggung. Terlebih pengembang objek wisata yang akan bermitra diduga hanya berhubungan dengan Pemprov. Menurutnya, itu keliru, sebab Pulau Bokori sendiri dinilai Kery adalah aset Kabupaten Konawe.

“Bokori itu masuk dalam wilayah Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe,” ujarnya.

Kery mengaku sangat menyayangkan sikap Pemprov selama ini. Kery merasa pihaknya tidak dilibatkan dalam bagi hasil pengelolaan Pulau Bokori.

“Ibarat Pemerintah Provinsi itu orang tua, dia harus menghidupi anaknya, Kabupaten Konawe. Tapi, ini terbalik. Bokori itu hartanya Konawe. Ini namanya, orang tua durhaka sama anaknya,” sentil Kery sambil tersenyum.

Politisi PAN itu menambahkan, renegosiasi terhadap Pemprov Sultra bukan hanya terkait Pulau Bokori saja. Akan tetapi, seluruh objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Konawe.

“Tanpa itu (renegosiasi) saya minta seluruh kegiatan apapun di atas Pulau Bokori dihentikan.” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here