Ketika Larangan Polisi dan GT Covid-19 Konawe Diterabas Panitia Trail Adventure

Suasana lapangan kegiatan trail adventure di Puriala yang diunggah pemilik akun FB Jhoemar Jumar.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kegiatan Trail Adventure Lintas Merah Putih yang digelar di Puncak Ahuawai, Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara tetap di gelar, Sabtu (12/9/2020). Padahal izin untuk kegiatan tersebut telah dicabut demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Konawe, Ferdinan Sapan saat dihubungi via telepon oleh awak media, mengatakan secara tegas bahwa rekomendasi izin kegiatan Trail Adventure Lintas Merah Putih di Puriala resmi dicabut, Jumat (11/9/2020). Walaupun pihaknya sebelumnya sempat mengeluarkan izin tersebut.

“Izin kegiatan telah kami cabut. Gugus Tugas tetap konsisten dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe via telepon.

Pencabutan izin tersebut tertuang dalam surat nomor 008/320/2020, perihal pembatalan rekomendasi yang ditujukan kepada Ketua Pelaksana Adventure Wisata Alam dan Enduro Game.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Sultra saat ini merupakan daerah urutan ke-3 dengan tingkat hunian RS Covid-19 mencapai 68 persen di Indonesia. Kabupaten Konawe merupakan zona risiko sedang dari 17 daerah di Sultra.

Surat pembatalan rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Konawe, drg. Munawar Taligana.

Smentara itu, Kapolres Konawe AKBP Yudi Kristanto turut juga memberikan tanggapannya kepada awak media prihal kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, pihakny telah memanggil panitia pelaksana, Jumat (11/9/2020). Pada kesempatan itu, Kapolres menegaskan, tidak ada tawar untuk pelaksanaan kegiatan dan harus dihentikan.

Akan tetapi, lanjut Yudi, pihak panitia tetap ngotot. Alasannya, mereka telah mengantongi surat rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Konawe. Oleh karenanya, perwira dengan dua melati di pundaknya itu pun langsung menelepon Ketua Gugus Tugas yang juga Sekda Konawe, untuk mencabut rekomendasi tersebut.

“Dasar dari pencabutan tersebut Polres perbanyak dan disebarkan ke pintu masuk Konawe (Onembute, Lambuya, Sampara dan Bondoala,” jelasnya.

Lanjut Yudi, hingga Jumat pukul 22.00 Wita, peserta (raider) dari luar daerah masih ditahan pihak kepolisian. Lalu terjadi provokasi dari panitia untuk menerobos barikade Polsek Lambuya yang diperkuat oleh personil Sabhara dan Satlantas Polres Konawe.

Lalu di lokasi penahanan, situasi kemudian memanas. Bahkan nyaris terjadi chaos di lapangan. Namun dengan tegas, anggota kepolisian tetap bersikukuh dan akan mengamankan para raider juga panitia jika ada yang melawan.

“Tapi di sini saya menilai seolah-olah Polri bergerak sendiri. Ini bukan pekerjaan Polri sendiri. Tetapi semua unsur tertinggi harus mendukung,” terangnya.

Oleh karena panitia masih tetap ngotot, Yudi pun memerintahkan agar panitia membuat pernyataan bertanggungjawab penuh apabila terjadi klaster baru.

“Hari ini saya koordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk lakukan rapid test untuk peserta. Tapi karena kendala teknis besok baru bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Pantauan media ini, kegiatan tersebut ternyata diikuti sejumlah orang penting di Konawe. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh. Akbar, yang selama ini gemar mengikuti kegiatan trail adventur juga turut hadir.

Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (POD) Konawe tampak berswafoto ria dalam kegiatan trail adventure di Kecamatan Puriala. Foto tersebut diunggah pemilik akun Facebook, Muh. Akbar Latiway.

Di akun Facebook-nya (Muh. Akbar Latiway), Akbar mengunggah foto kebersamaan para raider. Pada foto yang diunggah Akbar tampak berswafoto ria bersama Santoso (Kepala BPKAD Konawe) dan Jumrin (Kepala Dinas Perternakan Konawe) serta raider lainnya. Mereka tampak tak mengenakan masker.

“Akhirnya finish bola-bola. Trims panitia Puriala merah putih penuh perjuangan,” tulis Akbar dalam keterangannya, yang menegaskan kalau mereka tengah dalam kegiatan tersebut.

Foto lainnya yang menunjukan ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19 di lokasi kegiatan tampak pada unggahan akun Facebook, Jhoemar Juma. Di situ tampak belasan raider dan panitia dengan berswafoto bersama. Dari kerumunan itu, hampir semua raider terlihat tak mengenakan masker.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here