Kinerja Pemerintahan KSK-GTS Tampil Gemilang: Diapresiasi Pusat, Terbaik di Sultra

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kiri), didampingi wakilnya, Gusli Topan Sabara (tengah) saat menerima penghargaan opini WTP kelima dari BPK Perwakilan Sultra.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe di bawah kepemimpinan Bupati Kery Saiful Konggoasa (KSK) dan Wakilnya Gusli Topan Sabara (GTS) kembali menorehkan prestasi gemilang. Baru-baru ini Konawe mencatatkan diri sebagai kabupaten dengan kinerja terbaik di Sultra, bahkan salah satu yang terbaik tingkat nasional.

Prestasi tersebut ialah terkait hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) tahun 2020. Penilaian tersebut dilakukan oleh Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) RI, terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2019.

Di Sultra, EKPPD sendiri dilakukan terhadap 17 kabupaten/kota. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan Pemda dalam penerapan prinsip otonomi daerah, serta penyelenggaraan urusan pemerintahan. Misalnya terkait makro ekonomi dan sektoral.

Setidaknya, ada enam urusan pemerintahan yang menjadi penilaian. Antara lain sektor pendidikan, kesehatan, PUPR, pertanian, pariwisata hingga urusan penanganan kemiskinan. Kemudian, keenam indikator itu dirincikan lagi, seperti peningkatan pelayanan publik, kemandirian daerah dan daya saing daerah itu sendiri.

Hasil penilaian itu menunjukan Konawe menempati rangking teratas. Daerah yang dikenal sebagai lumbung beras Sultra ini berhasil mengoleksi poin sebanyak 3.7904 skor.

Di urutan kedua, disusul oleh daerah tetangga, yakni Konawe Utara. Kabupaten yang dinahkodai Ruksamin ini berhasil mengumpulkan skor 3.5599. Selanjutnya di urutan ketiga diraih oleh Kabupaten Konawe selatan dengan meraih skor 3.4869.

Bupati Konawe Turun Tangan Langsung

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat memberikan pengarahan kepada pegawai pemerintahan di lingkup kabupaten.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa yang mendapati informasi terkait prestasi itu sangat bersyukur. Menurutnya, prestasi tersebut ialah hasil kerja keras seluruh instansi dan stakeholder untuk memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menjalankan pemerintahan yang bersih.

“Untuk Sultra, Konawe berada di peringkat pertama. Sedangkan untuk tingkat nasional kita melesat ke urutan 18,” ungkap Kery saat ditemui di Pendopo Kantor Bupati Konawe, Kamis (14/1/2021).

Bupati Konawe dua periode itu mengimbau kepada pihak terkait agar prestasi itu tetap dipertahankan. Sebab, hal itu akan menjadi nilai plus bagi Konawe terhadap penilaian pemerintah pusat untuk bisa mendapatkan tambahan insentif.

“Kita harus pertahankan. Kalau perlu ditingkatkan, agar menjadi penilaian pusat untuk menambah insentif untuk Konawe,” jelas Kery.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu mengaku,
ia sendiri turun tangan langsung dalam mempersiapkan LPPD. Bahkan tak segan meminta para kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan stafnya bekerja di rumahnya agar gampang dikontrol. Hal itu juga dilakukan mengingat pola penganggaran saat ini yang sangat ketat.

Konawe Awalnya Ada di Peringat Dua Ratusan

Sekda Konawe, Ferdinan Sapan saat memimpin apel pagi dan memberikan pengarahan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand menerangkan, dalam hal subtansi LPPD Kabupaten Konawe unggul dari kedua sisi, baik makro ekonomi dan sektoral. Pada sisi makro, pertumbuhan ekonomi Konawe meningkat drastis. Sedangkan pada sisi sektoral, Konawe unggul pada pertanian dan manufaktur (perindustrian).

Kedua hal tersebut lanjut Ferdinan, didukung intrumen pembangunan pemerintah daerah. Pertama memaksimalkan APBD dan APBN. Kedua memaksimalkan investasi. Dan yang ketiga memaksimalkan potensi lokal.

Atas pelaksanaan tiga instrumen itu mata Ferdi (sapaan akrabnya, red) terjadi peningkatan belanja. Baik belanja dari pihak swasta, daerah, maupun masyarakat yang berdampak pada peningkatan ekonomi Konawe.

Kondisi yang ada saat ini menurut Ferdi, telah mendorong terintegrasinya pemerintah daerah dengan semua sektor itu dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Hal itulah yang membuat Konawe lebih unggul dari daerah lainnya di Sultra, bahkan pada skala nasional.

Pria bergelar doktor ini bahkan mengungkapkan, pada tahun sebelumnya, peringkat EKPPD Konawe sangat jauh, yakni ada diangka dua ratusan. Namun kali ini, Knawe berhasil melesat dan masuk dalam jajaran 20 besar tingkat nasional dengan berada di peringkat 18, serta peringkat 1 di Sultra.

“Sebenarnya, kita akan masuk ke peringkat sembilan nasional. Hanya saja dari tim penilai melihat terlalu jauh kita melesat dari peringkat dua ratusan. Makanya di tempatkan ke peringat delapan belas dulu,” ungkapnya.

Tahun berikutnya kata Ferdi, Pemda Konawr akan berupaya lebih maksimal lagi. Targetnya, tahun depan Konawe sudah masuk dalam jajaran 10 besar.

“Kita sangat optimis dengan itu,” pungkas mantan Kepala BPKAD Konawe itu.

Bupati Konawe, didampingi Wabup dan Sekda Konawe saat menerima penghargaan dari BPK Perwakilan Sultra.

Untuk diketahui Pemda Konawe juga telah lima kali berturut-turut mendapat predikat WTP dari BPK Perwakilan Sultra. Hal tersebut membuat Konawe mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Keuangan RI dengan menambahkan dana insentif daerah sebagai bonus atas kerja pemerintahan KSK-GTS di Konawe. (Adv)

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here