Kisah Keluarga di Konawe: Rumah Tersapu Banjir, Bantuan Tak Kunjung Tiba

Beginilah kondisi perumahan yang ditinggali Amoto selama mengungsi.

TRIBUNKONAWE: UNAAHA – Banjir yang melanda Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Juni 2019 lalu hingga kini masih membawa cerita duka. Satu keluarga yang rumahnya ikut tersapu banjir di Desa Uelawu, Kecamatan Konawe, hingga kini masih bertahan di tempat pengungsian dan belum tersentuh perhatian pemerintah.

Amoto, bersama Istri, Nurlina dan 3 anaknya memilih tinggal sementara di sebuah perumahan. Perumahan tersebuh kondisinya jauh dari layak untuk dijadikan tempat tinggal. Tetapi hanya itulah pilihan hidup yang dipilih keluarga Amoto saat ini.

Saat ditemui awak media ini di tempat pengungsiannya, Nurlina (istri Amoto) mengaku, saat rumahnya tersapu banjir Juni 2019 lalu, mereka belum pernah tersentuh bantuan. Awalnya, sempat ada pendataan untuk bantuan bedah rumah, tetapi hingga hampir dua tahun berjalan tidak ada kejelasan.

“Kami tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa, sejak kami mengalaimi musibah kebajiran 2019,” tuturnya.

Ia menuturkan, suaminya sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan pendapatan yang tidak menetap. Kondisi mereka makin parah ketika Pandemi Covid-19 mewabah dan membuat suami Nurlina sepi pekerjaan. Untuk bertahan hidup pun mereka pas-pasan.

“Bagaimana kami mau membuat rumah, makan saja susah, mas,” ungkapnya.

Nurlina mengharapkan, pemerintah setempat mau mengusulkan keluarganya untuk mendapat bantuan bedah rumah. Ia juga sidah tidak bedah jika harus tinggal terus menerus di pengungsian.

“Harapan kami dari pemerintah untuk bisa melihat kondisi kami ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Uelawu, Nurdin saat dikonfirmasi mengaku kaget. Ia baru mengetahui jika masih ada warganya yang mengungsi akibat banjir yang melanda desa mereka tahun 2019 lalu.

“Saya baru tau kalau masih ada warga saya yang masih mengungsi. Selama saya menjabat tidak ada laporan kesaya,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon.

Ia juga menambahkan bahwa selama ia dilantik bulan februari tahun 2020 dirinya belum mendapat aduan dari masyarakat yang masih mengungsi akibat banjir 2019 lalu, sehingga dirinya ketika ia menerima laporan dari masyarakat secepatnya berkoordinasi ke Dinas Sosial.

Nurdin uga menjelaskan, dirinya sudah pernah mengusulkan program bedah rumah dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (DD) tetapi aturan pengunaan DD Saat ini selalu berubah. Akibatnya, program beda rumah yang pernah diusulkan menjadi batal dan berfokus pada penanganan Covid_19,” Ujarnya.

“Ia juga menambahkan bahwa jika ingin medapat informasih yang jelas jangan ke saya, silahkan tanyakan ke kades sebelum saya,” tandasnya.

Laporan: Perliyansa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here