Kisruh Guru, Kepsek dan Komite di SDN Bungguosu

Ketua Komite SDN Bungguosu, Nasir didampingi orang tua siswa dan guru saat menggelar konfrensi pers.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kisruh antara guru, kepala sekolah (Kepsek) dan komite sekolah di SDN Bungguosu, Kabupaten Konawe hingga kini masih menyeruak. Jika sebelumnya, Kepsek, Djarniati Razak telah menuturkan tentang kesuksesan dan sekelumit masalah yang terjadi, kini giliran orang-orang yang kontra dengannya yang angkat bicara.

Salah satu pihak yang hari ini kontra dengan kepemimpinan Darniatin datang dari Ketua Komite SDN Bungguosu Nasir Heri Gunawan. Ia menuturkan, hal paling disesali para orang tua dan guru adalah sikap arogansi Kepsek yang kerap ditunjukkannya. Misalnya keputusan-keputusan yang selalu diambil sepihak oleh Kepsek tanpa persetujuan pihak orang tua atau guru.

“Semacam ini ada anak-anak disuruh mau bayar baju sekolah. Saya tidak pernah tahu itu. Sampai sekarang ini (pembayaran baju) masih ada,” kata Nasir dalam keterangannya persnya, Jumat (2/4/2021).

Akibat sikap arogansi Kepsek itu lanjut Nasir, timbulah rasa tidak nyaman terhadap beberapa guru. Akibatnya, terjadi perselisihan antar guru soal dukung mendukung keputusan Kepsek.

“Kalau guru sudah terpecah bagaimana dengan kelancaran pembelajaran anak-anak kalau bermasalah seperti itu. Apalagi ada polisi yang pernah datang (akibat perselisihan antar guru). Itu anak-anak jadi sangst terganggun secara psikilogis,” tambahnya.

Terkait tuntutan para orang tua siswa yang dituangkan dalam surat pernyataan yang ditanda tangani para orang tua siswa berjumlah 108 orang, diakui Nasir sebagai Ketua Komite adalah benar diinisiasi oleh orang tua siswa sendiri.

Nasir berharap Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Konawe sebagai induk penyelengaraan pendidikan bisa mengambil keputusan terbaik. Poinnya orang tua siswa hanya ingin agar sekolah bisa kembali berjalan normal, dan proses pembelajaran bisa berjalan seperti biasa.

“Sudah (melapor ke Diknas), bahkan Kepala Diknas sudah pernah adakan pertemuan bersama komite, lurah, dan Kepsek sendiri. Tidak ada hasil,” terang Nasir.

Wali murid lainnya Juniartin menanggapi, karena sudah adanya pernyataan orang tua yang meminta pergantian Kepsek maka ia berharap tuntutan mereka dipenuhi. Apalagi ini sudah menyangkut kenyamanan para siswa dalam belajar.

“Mauku saya itu itu, saya tidak maumi kalau ada itu kepala sekolah, harus diganti. Supaya anak-anak ini nyaman sekolah. Kita titipkan anak kita sekolah agar bisa menerima pelajaran, tapi kalau begini lebih banyak takutnya,” jelasnya.

Di akhir, Nasir menyampaikan jika tuntutan yang disampaikan para orang tua tidak dilakukan, maka ia serahkan sepenuhnya kepada para orang tua siswa untuk tindakan selanjutnya.

Laporan: Mj

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here