Konawe: Selamat Jalan Daerah Tertinggal

Bupati Konawe, Kery S

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kabar bahagia kembali menghampiri Kabupaten Konawe. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) telah resmi mengeluarkan daerah lumbung beras ini dari daftar daerah tertinggal.

Status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 79 Tahun 2019, Tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal Yang Terentaskan Tahun 2015-2019. Dalam lampiran SK tersebut disebutkan ada 3 daerah tertinggal di Sultra, yakni Konawe, Konawe Kepulauan dan Bombana. Ketiganya resmi keluar dr stastus daerah tertinggal atau telah terentaskan.

Menanggapi pencapaian gemilang tersebut, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku sangat bersyukur atas pengakuan tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan apresiasi atas pemerintahannya bersama Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara.

Kery menerangkan, perkembangan Kabupaten Konawe sejak beberapa tahun belakangan ini ditopang program Dana Desa (DD) yang dikucurkan melalui Kementerian DPDTT.

Menurut bupati dua periode itu, adanya DD menjadikan pembangunan yang masif di pedesaan. Khususnya dari sisi infrastruktur publik, yang turut jadi Kementerian DPDTT dalam mengeluarkan Konawe dari daftar daerah tertinggal.

“Kita tidak bisa pungkiri bagaimana besarnnya pengaruh dana desa terhadap pembangunan di Konawe. Melalui dana desa kita bisa melihat pemerataan pembangunan secara menyeluruh di tingkat desa,” terangnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu juga melanjutkan, DD selama ini tak hanya memajukan infrastruktur di pedesaan. Akan tetapi, juga turut meningkatkan daya saing seiring masifnya pelaksanaan program sumber daya manusia.

Menurutnya juga, kedepannya program pemberdayaan masyarakat melalui penganggaran dana desa tersebut akan disingkronisasikan dengan rencana pembangunan ekonomi yang dicanangkan Pemda Konawe.

Kery juga menyebut, membaiknya ekonomi masyarakat melalui program DD tersebut, akan memicu peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Konawe, serta kualitas kesehatan masyarakatnya. Olehnya itu, untuk meningkatkan kualitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe, Pemda terus menyediakan sarana prasarana peralatan kesehatan yang memadai, pendidikan dan juga kualitas sistem, serta tata kelola melalui akreditasi paripurna rumah sakit.

“Saya berharap, dengan keluarnya Konawe dari daftar daerah tertinggal ini, bisa memacu semangat para ASN dan jajaran Pemda Konawe untuk bisa lebih bersemangat lagi dalam bekerja,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here