Konsorsium NGO Lapor Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Konut ke Kejari

Konsorsium NGO saat menyerahkan laporan dugaan korupsi Dana Covid-19 Konut ke Kejari Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Sejumlah massa yang menamakan diri Konsorsium NGO (Non-Governmental Organization) dan aktivis, menggelar aksi demonstrasi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe, Kamis (28/10/2021). Mereka menuntut pihak Kejari agar segera menyelidiki dugaan korupsi Dana Covid-19 yang terjadi di beberapa instansi Konawe Utara (Konut).

Ketua Lentera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara (LIPAN), Agus Salim dalam orasinya mengungkapkan, terdapat dana sebanyak Rp56 M yang diperuntukan bagi penanggulangan Covid-19 selama 2020 di Konut. Dari jumlah tersebut, terdapat temuan sebanyak Rp18 M yang diduga terjadi penyelewengan.

Ketua LIPAN, Agus Salim saat berorasi di depan kantor Kejari Konawe.

Menurut Agus, temuan itu merupakan hasil audit dari inspektorat setempat. Di mana, ada sejumlah selisih anggaran yang tidak memiliki pertangungjawaban fisik oleh instansi seperti, Dinas Kesehatan dan BPBD Konut.

Hal senada juga diungkapkan, Bupati Lira Konawe, Satriadin. Dalam orasinya ia menerangkan, ada dana penanggulangan Covid-19 sebanyak Rp24 M lebih yang dikelola BPBD. Anehnya, hanya Rp7 M yang memiliki bukti pertanggungjawaban fisik.

“Sehingga ada Rp16 M lebih yang tidak memiliki pertanggungjawaban,” teriaknya.

Sementara di Dinas Kesehatan lanjut Satriadin, ada dana penanganan Covid-19 sebanyak Rp6 M lebih yang dikelola. Namun, yang memiliki laporan pertanggungjawaban hanya Rp5 M saja. Sisanya, yang Rp1 M lebih tidak memiliki pertangungjawaban.

Konsorsium NGO saat diajak masuk ke kantor Kejari untuk menyerahkan laporan hasil investigasi timnya.

Satriadin pun meminta pihak Kejari agar mengusut dugaan korupsi yang nilainya mencapai Rp18 M. Ia meminta agar memeriksa dua instansi tersebut, termasuk BPKAD sebagai instansi yang mengelola keuangan Konut.

“Kami juga meminta Kejari untuk memeriksa Bupati Konut, Bapak RuksaminĀ  atas kasus ini,” teriaknya.

Usai berorasi, pihak konsorsium langsung bertemu dengan perwakilan Kejari Konawe, dalam hal ini Kasi Intel, Aguslan. Kepada Aguslan, pihak konsorsium menyerahkan satu bundel laporan yang merupakan temuan hasil investigasi timnya.

Saat menerima laporan, Aguslan memberikan apresiasi kepada pihak konsorsium. Pihaknya merasa senang karena masih memberikan kepercayaan terhadap Kejari Konawe.

Ia pun mengatakan, akan selalu terbuka akan laporan yang masuk. Ia berjanji akan segera menelaah laporan itu dan disampaikan segera ke pimpinan.

“Kalau misalnya masih ada data tambahan yang mau diserahkan, kami terbuka. Silahkan bawa. Itu akan memperkuat kami ketika melakukan telaah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa NGO yang terlibat dalam aksi tersebut antara lain, DPD Lepham, Konsorsium Insan Pergerakan, Pro Rakyat, Lira Konawe dan LIPAN.

Laporan: redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here