KSK Sebut Duit Petani Jauh Lebih Besar dari APBD Konawe

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) dalam sebuah acara panen raya bersama Pemprov Sultra. Tampak KSK tengah menaiki alat pemanen padi.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – “Lumbung Beras Sultra.” Demikianlah julukan untuk Kabupaten Konawe, sebuah kabupaten yang menjadi tonggak berdirinya Sulawesi Tenggara (Sultra).

Julukan itu diberikan bukan tanpa sebab. Konawe selama ini memang menjadi penopang utama kebutuhan beras di Sultra. Khususnya terhadap daerah-daerah yang tidak memiliki sektor pertanian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe saat ini memiliki program unggulan bernama “Satu Juta Ton Gabah.” Program tersebut masuk dalam visi misi Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK).

Program tersebut bertujuan untuk menggenjot jumlah produksi gabah petani. Terbukti, sejak diterapkan beberapa tahun lalu, produksi gabah di Konawe terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

KSK menerangkan, makin membaiknya produksi gabah di Konawe, juga punya dampak terhadap peningkatan ekonomi petani. Bahkan kata KSK, kekayaan seluruh petani di Konawe jika diakumulasikan lebih besar dibanding uang yang dikelola pemerintah kabupaten, dalam hal ini APBD.

Bupati dua periode itu mengungkapkan, luas area pertanian Konawe saat ini mencapai 42.550 hektar. Jika rata-rata paten mencapai 8000 kg gabah per hektarnya, dikali harga gabah Rp4.400 dan dikali 3 kali panen pertahunnya, nilainya mencapai Rp4,49 T (4.493.280.000.000).

“Nilai hasil gabah petani kita Rp4,49 triliun. Ini lebih besar dari pada APBD Konawe tahun 2022 yang hanya 1,4 triliun. Nilai ini yang tidak pernah kita hitung,” ujar KSK.

Lanjut KSK, melalui APBD Pemkab masih akan terus menyalurkan bantuan-bantuan untuk mempermudah petani dalam menggarap sawahnya. Bantuan yang diberikan mulai dari pupuk, hingga bibit. Selain itu, Pemkab juga mendukung transportasi area persawahan dengan meningkatkan perbaikan jalan usaha tani.

“Pada saat Pandemi Covid-19, kita terus berikan stimulan kepada para petani barupa bantuan-bantuan bibit hingga pupuk. Hasilnya ekonomi Konawe tetap stabil bahkan kita kembali merajai ekonomi Sultra tahun 2021,” terangnya.

KSK juga menambahkan, bantuan untuk petani tidak hanya datang dari Pemkab. Ada juga dari aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI, Fachry Pahlevi Konggoasa. Bantuan yang diberikan Fachry juga tak kalah besar, mulai dari pupuk, bibit, alsintan hingga perbaikan jalan usaha tani.

“Tahun ini mudah-mudahan kita bisa dapat Rp23 M untuk jalan usaha tani,” terangnya.

Bupati Konawe, KSK saat mengunjungi gudang Bulog Tuoy tahun lalu.

Untuk diketahui, pada tahun 2022 ini Bulog Konawe juga bakal mengoperasikan Dolog Mataiwoi. Total daya tampung gudang tersebut 2 ribu ton beras. Sementara Dolog Tuoy yang selama ini beroperasi mempunyai daya tampung 5 ribu ton beras. Sehingga tahun ini total ada 7 ribu ton beras petani yang dapat dibeli Bulog dengan harga bersaing, yakni Rp8.300. Hal itu tentu menjadi angin segar untuk para petani Konawe.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here