Lantik 244 Pejabat, Wabup Konawe Ingatkan Kembali Metode Kerja Kuantum

Prosesi pengambilan sumpah jabatan pejabat eselon II oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (foto: Mas Jaya / Tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Gerbong rotasi pejabat lingkup pemerintah Kabupaten Konawe mulai berjalan. Penyegaran posisi jabatan dilalukan mulai dari pejabat eselon II, III, dan IV.

Mereka yang dirotasi totalnya berjumlah 244. Mereka adalah para kepala dinas dan pelaksana kepala dinas, kepala bagian, camat, lurah, pelaksana kepala Puskesmas, kepala bidan dan staf.

Untuk pejabat eselon II yang dilantik dengan jabatan barunya sebanyak 15 orang. Untuk camat sebanyak 9 orang dan lurah 10 orang. Sedangkan untuk kepala Puskesmas sebanyak 17 orang. Sebagian besarnya tersebar di jabatan stuktural dan fungsional lainnya pada eselon III dan IV.

Wabup Konawe saat memberikan selamat kepada para camat yang baru saja dilantik.

Beberapa pejabat eselon II yang bergeser dari jabatan lama diantaranya, Cici Ita Ristianty yang kini menduduki jabatan Kepala BPPRD; Santoso yang kini menjabat sebagai Kepala BPKAD; Munawar Latigana yang kini menjabat sebagai Kepala BAPPEDA dan Ameruddin yang kini menjabat sebagai Kepala BPBD Konawe.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara. Pelantikan turut disaksikan oleh Ketua DPRD Konawe, H. Ardin.

Pada sambutannya, Gusli kembali mengingatkan metode kerja kuantum pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik. Menurutnya, para ASN harus bekerja lima kali lebih giat dari biasanya.

Wabup Konawe saat memberikan SK pelaksana tugas kepada salah seorang pejabat.

“Satu kuantum sama dengan lima tahun. Jadi dalam lima tahun kedepannya, kita akan bekerja seperti telah menuntaskan program selama dua puluh lima tahun,” jelas Gusli.

Untuk memberikan apresiasi terhadap mereka yang bekerja dengan metode kuantum, Gusli telah menyiapkan tunjangan. Khususnya para kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Selain itu kita juga akan menerapkan reward and punishman untuk yang berprestasi dan yang bekerja tidak baik,” terangnya.

Wabup Konawe saat menyampaikan sambutannya usai prosesi pelantikan.

Salah satu bentuk punishman atau sanksi yang akan diberikan adalah pemberhentian dari jabatan pejabat yang bersangkutan. Misalnya, pada tanggal 31 Desember 2019 ini, Pemda Konawe akan mengumumkan kepala-kepala OPD yang memiliki rapor merah dan akan segera digantikan dari posisinya.

“Pergeseran adalah hal biasa. Jangan berkecil hati jika belum masuk dalam pejabat struktural dan fungsional. Tugas seorang ASN adalah mengabdi sebaik-baiknya. Jika dalam prosesi ini ada yang kurang berkenal, saya mewakili Pemda Konawe menghaturkan permohonan maaf setulus-tulusnya,” pungkas Gusli.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here