Menerawang Nasib Ibu dan Anak Bupati Konawe di Tangan Bawaslu

Baliho Fachry dan Ibunya, Titin yang terpampang di ibu Kota Unaaha (foto: Mas Jaya / TRIBUNKONAWE.COM)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Caleg DPR RI, Fachry Pahlevi Konggoasa terus bergulir. Belakangan diketahui, ibunya, Titin Nurbaya Saranani yang men-Caleg di DPRD Sultra juga ikut terseret dalam kasus yang sama di Bawaslu Konawe.

Ketua Bawaslu Konawe, Sabda saat dikonfirmasi membenarkan jika ada laporan dari Panwascam terhadap ibu Bupati Konawe, Titin. Ketua Tim Penggerak PKK Konawe itu, juga diduga melakukan pelanggaran yang sama dengan Fachry, yakni bagi-bagi Sembako saat pemasangan banner (alat peraga kampanye, red) di rumah warga.

Sabda menyebut, laporan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan Fachry tersebar ditiga kecamatan. Antara lain, Kecamatan Puriala, Onembute dan Meluhu. Sementara, laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Titin ditemukan oleh Panwascam Meluhu dan juga Puriala.

“Kalau ibu Titin itu laporannya dari Panwascam Meluhu. Dan kalau tidak salah juga di Puriala. Tapi nanti saya konfirmasi lagi ke Panwascamnya,” terang Sabda saat ditemui di kantor Bawaslu Konawe, Senin (28/1/2019).

Sabda juga menambahkan, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dari temuan kasus ibu dan anak ini. Katannya dalam waktu dekat, kedua terlapor akan segera dipanggil untuk dimintai keterangannya.

“Kita akan segera memanggil terlapor untuk diperiksa. Saksi serta pelapor sudah kami periksa juga,” pungkasnya.

Hingga saat ini Bawaslu belum bisa menyimpulkan terkait sanksi apa yang akan diberikan terhadap ibu dan anaknya itu. Namun untuk saat ini, perkara tersebut telah memenuhi syarat formil dan materil untuk diproses lebih lanjut. Hal itu sebagaimana diungkapkan Koordinator Divisi Hukum, Penindakan, dan Penanganan Pelanggaran, Bawaslu Konawe, Indra Eka Putra yang dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019).

“Hasil rapatnya dinyatakan memenuhi syarat formil dan meteril temuan,” kata Indra.

Rapat yang dimaksud Indra adalah rapat pembahasan satu di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Selain Bawaslu, pihak yang terlibat dalam pembahasan tersebut, yakni penyidik dari Polres dan Jaksa dari Kejari Konawe.

Untuk diketahui, kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Fachry awalnya mencuat setelah ada temuan dari Panwascam Puriala, Sabtu (19/1/2019). Ketika itu Fachry dan timnya diduga telah membagi-bagikan gula dan teh kepada warga yang rumahnya hendak dipasangi banner Caleg tersebut. Penyebaran banner milik Fachry diduga dilakukan berbarengan dengan banner milik ibunya (satu paket, red).

Fachry saat ini tercatat sebagai Ketua komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Konawe. Sementara ibunya, Titin, tercatat sebagai anggota DPRD di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here