Mengenal Kadek Rai Sudiani, Sosok yang Rajin Turun Lapangan

Kadek Rai Sudiani saat meninjau lokasi proyek bermasalah yang menjadi laporan warga.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kadek Rai Sudiani menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi pimpinan di DPRD Konawe. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua I, setelah partai Gerindra yang dikendarainya berhasil memperoleh 5 kursi di DPRD Konawe.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua I, Kadek sudah menduduki posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi I. Kadek dikenal sebagai sosok yang aktif di lapangan. Berikut beberapa kegiatan Kadek dalam beberapa bulan terakhir yang terpantau media.

Respon Cepat Laporan Warga

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe langsung menindaklanjuti hasil Hearing (Rapat Dengar Pendapat) terkait dugaan penyelewengan anggaran dana desa (DD) di Desa Lasada Kecamatan Asinua Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kamis (4/7/2019), Wakil Ketua I DPRD Konawe, Ketua Komisi I, Kadek Rai Sudiani dan anggota Komisi Fakhrudin dan Al Ma’ruf langsung turun meninjau lokasi proyek sesuai laporan dari Dewan Pengurus Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD-GMPK) Kabupaten Konawe.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Inspektorat Konawe, Samsul bersama staf, Camat Asinua Marjuni, Ketua GMPK Konawe, Sumantri, Pendamping Tehnis dari Kabupaten, Kades Lasada, Rustam, Ketua BPD Lasada, Alia, pendamping desa setempat, Regen dan TPK, Lahadi. Serta sejumlah Kades di wilayah Kecamatan Asinua.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi I DPRD Konawe memeriksa item kegiatan yang diduga fiktif sesuai yang dilaporkan oleh DPD GMPK Konawe pada saat dilaksanakan hearing.

Ketua Komisi I, Kadek Rai Sudiani mengatakan pihaknya menemukan beberapa item kegiatan yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun anggaran 2017-2018 tidak dilaksanakan sama sekali Kepala Desa Lasada.

“Ini tindaklanjut hasil hearing kemarin. Kami Komisi I bersama pak Wakil Ketua serta Kepala Inspektorat turun melihat secara langsung di lapangan. Kami tidak bisa mendengar laporan sepihak saja, sehingga kami turun cek kebenaran laporan tersebut,” kata politisi Gerindra itu.

Menurut Ketua IWAPI Konawe ini, dari hasil pemeriksaan lapangan tersebut, Komisi I menemukan sejumlah kegiatan yang dibiayai oleh anggaran DD tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Tidak semua fiktif. Ada juga yang dikerjakan sebagian namun tidak sampai tuntas seperti pembukaan jalan usaha tani dan pembuatan deuker,”ujarnya.

Atas temuan tersebut, Komisi I DPRD Konawe meminta kepada pihak Inspektorat Konawe untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan khusus (Pemsus) terhadap yang bersangkutan.

“DPRD sifatnya hanya melakukan pembinaan, adapun ketika ditemukan pelanggaran hukum kita serahkan kepada yang berwajib,”kata Kadek Rai Sudiani.

Kedek Rai menambahkan bahwa ke depan Komisi I DPRD Konawe akan kembali melakukan pengawasan di sejumlah desa di wilayah Abuki, Padangguni, Tongauna dan Tongauna Utara terkait pengelolaan anggaran di desa setempat, baik yang bersumber dari APBD maupun dari APBN.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh Kepala Desa agar jangan pernah main main dalam mengelola anggaran Dana Desa (ADD-DD). Komisi I berharap kepada Kepala Desa yang masih belum menyelesaikan kegiatannya, kiranya segera melanjutkan pekerjaan tersebut hingga rampung.

Aktif Bantu Warga Terdampak Banjir

Curah hujan tinggi sepekan terakhir mengguyur Kabupaten Konawe menyebabkan terjadinya banjir di wilayah setempat. Sejumlah kecamatan dilaporkan tergenang banjir dan warga dievakuasi ke tempat pengungsian.

Seperti halnya warga desa Ambopi Kecamatan Tongauna Utara. Akibat bencana banjir yang melanda desa tersebut,  sejumlah warga telah dievakuasi ke Posko pengungsian tepatnya di Sekretariat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe,  Kadek Rai Sudiani saat ditemui di posko pengungsian mengatakan penempatan posko di Sekretariat PHDI itu untuk memberikan pelayanan prima kepada warga terdampak bencana.

“Kami sengaja menempatkan posko di sini supaya kami bisa memberikan pelayanan terbaik kepada korban terdampak. Termasuk makan,  pakaian dan pelayanan kesehatan,” kata politisi Gerindra itu saat ditemui Senin sore (10/6/2019).

Menurut anggota DPRD Konawe yang kembali terpilih untuk kedua kalinya itu, untuk memberi pelayanan terbaik kepada pengungsi yang mayoritas warga Bali itu, pihaknya dibantu oleh Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Konawe.

“Warga Mekar Sari turut berpartisipasi aktif dalam membatu melayani pengungsi. Mulai dari penggalangan dana sampai menyiapkan dapur umum,” ujar Srikandi DPRD Konawe ini.

Pada kesempatan itu, Kadek Rai Sudiani yang juga merupakan ketua Prajaniti Kabupaten Konawe menyalurkan sejumlah bantuan seperti sembako, pakaian dan sejumlah kebutuhan bayi.

“Saya berharap apa yang kami beri itu bisa membantu meringankan beban mereka yang lagi kena musibah. Semoga banjir di daerah ini cepat surut dan warga terdampak bisa kembali ke rumah masing-masing dan melakukan aktivitas seperti biasanya,” harapnya.

Lebih lanjut kata Ketua IWAPI Kabupaten Konawe ini, selain membantu penyediaan logistik, warga Kelurahan Mekar Sari juga saat ini lagi bergotong royong memperbaiki tanggul yang jebol. Diketahui, tanggul jebol tersebut adalah salah satu penyebab sebagian wilayah di Kecamatan Tongauna Utara tergenang banjir.

Diketahui, Kadek Rai Sudiani sendiri merupakan anggota DPRD Konawe dari daerah pemilihan 5 yang meliputi Kecamatan Tongauna,  Tongauna  Utara, Abuki,  Padangguni, Asinua, Latoma dan Routa.

Aktif Serap Aspirasi Warga

Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani pada masa sidang ke I T.A 2019 ini melakukan reses di tiga desa/kelurahan di daerah pemilihan Konawe V. Hari pertama Kadek Rai Sudiani melakukan reses di Kelurahan Sendang Mulya Sari Kecamatan Tongauna. Kelurahan Sendang Mulya Sari ini diketahui sebagai daerah lumbung suara ketua Prajaniti Konawe ini.

Kadek Rai Sudiani bersama masyarakat Kelurahan Sendang Mulya Sari saat menghadiri kegiatan reses I masa sidang ke I DPRD Konawe T.A 2019.

Di hari kedua, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Konawe ini menggelar reses di Desa Anggohu Kecamatan Tongauna.

Meski kurang mendapat dukungan warga setempat pada saat pemilihan legislatif 17 April 2019 lalu, Kadek Rai Sudiani tetap berkomitmen untuk memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi warga Anggohu tersebut.

Menutup masa reses di hari ketiga, Minggu (20/10/2019) politikus partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini akan menyambangi Desa Mekar Jaya kecamatan Padangguni. Desa Mekar Jaya ini juga diketahui daerah basis Kadek Rai Sudiani.

Kadek Rai Sudiani foto bersama Kepala Desa Anggohu, Dwi Septian Furqon beserta masyarakatnya saat menghadiri kegiatan Reses I masa sidang ke I DPRD Konawe T.A 2019

Kadek Rai Sudiani mengatakan setelah dilantik menjadi anggota DPRD dan kemudian diberi amanah dari Partai Gerindra sebagai unsur pimpinan di DPRD Konawe, sejak itu pula Kadek Rai Sudiani mengaku sebagai Wakil seluruh masyarakat Konawe.

“Setelah dilantik, kami tidak hanya mewakilli dapil saja tetapi seluruh masyarakat Konawe,” kata Kadek Rai Sudiani kepada SUARASULTRA.COM, Minggu (20/10/2019) sebelum menuju lokasi reses.

Sehinga lanjut dia, semua aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan untuk direalisasikan. Baik itu dari dapil Konawe I, II, III, IV, dan V.

Namun, sebagai anggota DPRD yang dipilih dari masyarakat, semua anggota kembali ke daerah pemilihan masing-masing guna menyerap aspirasi dari bawah untuk kemudian dibawa ke pembahasan anggaran dan diperjuangkan.

“Selaku Wakil Ketua, saya tetap turun ke dapil untuk menyerap aspirasi di daerah pemilihan,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua I DPRD Konawe itu, dari dua desa dan satu Kelurahan yang jadikan lokasi atau titik reses, dirinya mengaku mendapat banyak keluhan masyarakat.

“Apa yang menjadi skala prioritas, itulah yang akan kami perjuangkan terlebih dahulu untuk dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD)Tahun 2020 mendatang,” jelasnya (Adv. Bagian II)

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here