Paripurna Istimewa HUT ke-60 Konawe: Ketua DPRD Laporkan Kinerja Dewan

Ketua DPRD Konawe, H. Ardin, didampingi Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara dan Wakil Ketua II DPRD, Rusdianto.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati hati Ulang Tahun ke-60 Konawe, Selasa, (03/03/2020).

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, H. Ardin Ia didampingi Wakil Ketua II DPRD, Rusdianto. Turut Hadir mewakili Pimpinan Daerah, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara.

Paripurna diawali dengan pengantar dari Ketua DPRD Konawe yang menyampaikan laporan kinerja dewan periode 2019-2024.
Dalam pidatonya Ardin menyampiakan bahwa setiap pemimpin dan pemerintah punya masa untuk berbakti dan berbuat, bekerja keras serta bertekad untuk membangun daerah dan bangsa yang tercinta ini kearah yang lebih baik demi menciptakan masyarakat Kabupaten Konawe yang berkeadilan. Oleh Karena itu tugasnya adalah melanjutkan estafet perjuangan tersebut agar karya bakti semua bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Mantan Ketua Komisi I DPRD itu melanjutkan, Konawe Gemilang hendaknya tidak hanya sebagai cerita dan slogan tanpa makna belaka. Akan tetapi, menjadi ajakan dan tekad untuk dapat beraksi nyata, agar tanggap pada tantangan perkembangan zaman, juga menjadi motivasi untuk pembangunan yang berkeadilan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.

Ardin juga mengatakan, pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah oleh DPRD Kabupaten Konawe telah membahas 11 buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Konawe, tahun 2020. Saat ini telah sampai pada proses etimologi di Pemerintah Provinsi Sultra sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Enam buah Raperda merupakan inisiatif DPRD Kabupaten Konawe. Sedangkan lima Raperda lainnya adalah usulan Pemda Konawe.

DPRD Kabupaten Konawe memberikan perhatian penuh pada perkembangan peradaban dan plestarian budaya identaitas daerah yang kita. DPRD menilai karena kebudayaan adalah merupakan salah satu indikator dari ciri diundangnya martabat suatu bangsa.

Foto bersama Anggota DPRD Konawe dan unsur Forkopimda, usai rapat paripurna istimawe.

Oleh karena itu, beberapa Perda yang dianggap penting seperti, Perda no 1 tahun 2015 tentang pelaksanaan hukum adat perkawinan (Merapu), Perda No 2 tahun 2015 tentang Kelembagaan Adat suku Tolaki di Kabupaten Konawe, Perda no 3 tahun 2018, Perda no 4 tahun 2018 dan Perda no 5 tahun 2018 hendaknya dimaknai sebagai suatu upaya untuk melestarikan, memelihara dan mengindahkan serta mendayagunakan kebudayaan suku Tolaki.

Dalam sisi politik, Ketua DPRD demokrasi dan pemerintahan, baru-baru ini telah berhasil melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak pada 123 desa dalam wilayah Kabupaten Konawe, terlaksana aman dan damai dan juga telah dilantik secara serentak oleh bapak Bupati Konawe pada tanggal 10 Pebruari 2020 yang lalu.

“Untuk itu kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Konawe atas terkasananya proses demokrasi tersebut. Sehingga kita secara bersama-sama dapat bekerja secara gotong royong membangun Konawe yang Gemilang. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing dan Inshaa Allah kita akan mensukseskan pembangunan di Kabupaten Konawe yang kita cintai ini” Kata Politisi Partai Amanat Nasional ini.

Ardin berharap, kepala desa yang telah dilantik pihaknya menitip pesan, dalam menyelenggarakan pemerintahan desa hendaknya menumbuh kembangkan partisipasi dan peran serta aktif di masyarakat. Keterbukaan informasi dalam proses penyelenggaran pemerintahan khususnya perencanaan pembangunan di desa, harus senantiasa ditonjolkan. Hal ini dapat mencipkatan timbulnya iklim demokrasi di kalangan masyarakat dan pada gilirannya akan mendorong akses yang lebih luas dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat di desa.

Ardin juga menerangkan, dalam rangka meningkatkan kesejahteran masyarakat Konawe, DPRD bersaman pemerintah daerah telah melaksanakan berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui peningkatan Anggaran dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020. Hal ini dapat diliat dari postur APBD yang mencapai Rp 1,7 triliun lebih. Dana itu akan digunakan untuk pembiayaan berbagai kegiatan dalam rangka peningkatan kesejahtraan masyarakat di Kabupaten Konawe tanpa terkecuali.

Salah satu fokus pembangunan daerah saat ini adalah menjadikan sektor Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan dan kawasan industri sebagai program utama.

Untuk mewujudkan undang-undang No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah telah merealisasikan APBD tahun anggaran tahun 2020 yang pro rakyat. Diantaranya, program sejuta ekor sapi disektor peternakan, seribu kolam disktor perikanan dan sejuta gabah yang menjadikan Kabupaten Konawe sebagai lumbung beras nasional.

Meski demikian lanjut Ardin, pihaknya juga menyadari, masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Untuk itu sebagai mitra kerja, DPRD mengajak kepada pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai tersebut. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here