Peduli Pelestarian Situs Bersejarah Konawe, Sejumlah Organisasi Galang Dana

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memberikan dukungan terhadap aksi penggalangan dana dalam rangka pelestarian situs bersejarah leluhur di Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Serangan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 hingga saat ini membuat sejumlah anggaran di Konawe dipangkas dan dialihkan untuk penanganan wabah tersebut. Salah satunya yang terdampak imbasnya adalah anggaran pelestarian situs sejarah, seperti makam para leluhur.

Tak tinggal diam, sejumlah organisasi yang perduli akan sejarah dan kebudayaan Konawe langsung bergerak secara swadaya di perempatan tugu Adipura, Kota Unaaha, Kabupaten Konawe, Kamis (7/1/2021). Mereka adalah anak-anak muda yang terhimpun dalam wadah Karada Tolaki, Banderano Tolaki, Ta’awuno Tolaki dan Ana Ndolaki Mepoko’aso.

Para pengurus organisasi budaya Tolaki tersebut merasa bahwa persoalan pelestarian budaya menjadi tanggungjawab bersama warga Konawe atau siapapun yang miliki ikatan emosional dengan para leluhur tanah Konawe. Atas dasar itulah mereka turun ke jalan, menggalang donasi ke masyarakat umum.

Gusli bersama salah tokoh para tokoh budaya saat aksi penggalangan dana di perempatan Adipura Unaaha.

Ketua Panitia Penggalangan Dana dalam Rangka Revitalisasi Situs Cagar Budaya Tolaki di Kabupaten Konawe, Samsidar menuturkan, aksi tersebut merupakan langkah pertama. Masih banyak jenis kegiatan lainnya yang akan mereka lakukan dalam rangka menggalang dana. Satu diantaranya adalah menyebarkan proposal dan melibatkan pihak lain, termasuk swasta untuk turut berkontribusi.

“Nanti setiap bulan kami akan mengundang media dan melaporkan hasil donasi yang didapatkan agar lebih transparan dan bisa menggugah warga lainnya untuk ikut berdonasi,” ujarnya.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (GTS) yang mendukung aksi tersebut juga turut hadir di tempat penggalangan dana. Ia juga turut menyerahkan donasinya kepada para penggalang dana.

Orang nomor dua di Konawe itu menerangkan, program revitalisasi makam leluhur di Konawe telah dimulai 2019 lalu. Saat itu program tersebut masih sepenuhnya disokong pendanaan dari Pemda Konawe.

Hasilnya, ada 6 makam uang berhasil di revitalisasi. Diantaranya, makam Sabandara Wowa Latoma Tahea, Inea Sinumo Bokeo Tohamba, Ponggawa Watukila, Inowa Imbanahi, Sulemandara Kalenggo dan Tutuwi Motaha Pakandeate.

Kemudian lanjut GTS, program revitalisasi makam kembali diusulkan tahun 2020 untuk 7 makam. Demikian juga dengan 2021 juga tetap diusulkan. Namun karena kendala Covid-19 dan keuangan Pemda tidak memadai, program tersebut pun ditangguhkan.

“Beruntung ada sejumlah pihak, para anak-anak muda dan tokoh budaya kita yang peduli dan lahirlah gerakan ini. Saya dukung aksi ini dan akan ikut serta dalam kegiatan didalamnya, sebagai langkah nyata bahwa kita sedang berbuat untuk pelestarian situs peninggalan para leluhur kita,” terangnya.

Sejumlah anak muda proaktif dalam melakukan penggalangan dana terhadap para pengguna jalan.

Mantan Ketua DPRD Konawe dua periode itu merinci, makam yang menjadi target untuk direvitalisasi ada banyak. Namun yang prioritas adalah makam para penjabat Siwole Mbatohu Pitu Dulabatuno Konawe. Mereka adalah Sabandara Wowa Latoma, Inea Sinumo, Barata I Hana, Barata I Moeri, Sulemandara, Kapita Ana Molepo, Kapita Lau Bondoala, Tutuwi Motaha, Tusa Wuta, Kotubitara, Sangia Ngginoburu dan
Sangia Halu Oleo.

Selain makam tersebut, penggalangan donasi juga untuk membiayai tiga lukisan leluhur lainnya. Mereka adalah Sangia Inato, Sangia Mbinauti dan Sangia Ngginoburu.

“Total anggaran yang dibutuhkan semuanya adalah 2,7 miliar. Cukup banyak. Makanya saya mengajak keterlibatan kita semua sebagai warga Konawe dan suku Tolaki khususnya di mana pun berada. Kalau bukan kita, siapa lagi,” pungkasnya.

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here