Pembunuh Siswi SMA di Konut, Terancam Penjara Seumur Hidup

Wakapolres Konawe, Kompol Jajang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rachmat Zam Zam dan tersangka pembunuhan Rahmad dalam sebuah konfrensi pers (foto: Mas Jaya/tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kepolisian Resor (Polres) Konawe menggelar konfrensi pers terkait kasus membunuhan siswi SMA di Konawe Utara (Konut), Sabtu (16/11/2019). Di hadapan awak media, Wakapolres Konawe, Kompol Jajang mengungkapkan sejumlah fakta atas kejadian tersebut.

Pria dengan pangkat satu bunga itu mengungkapkan, pembunuhan terjadi di Desa Pariama, Kecamatan Anggikima, Kabupaten Konut, Rabu (6/11/2019), sekira pukul 21.20 Wita. Korbannya bernama Nurmin yang merupakan siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Langgikima.

Sedangkan tersangka pembunuhan bernama Rahmad (23). Pemuda ini merupakan kekasih Nurmin. Mereka sudah pacaran selama 2 pekan terakhir.

Pembunuhan tersebut terungkap, Kamis (7/11/2019), sekira pukul 07.50 Wita. Saat itu jasad korban telah ditemukan di parit perkebunan kepala sawit, yang merupakan area tempat kejadian perkara (TKP).

Sekira pukul 15.00 Timsus Bruta Crime Polres Konawe telah berhasil mengamankan pelaku. Akan tetapi, Rahmat ketika itu menyangkal perbuatannya. Polisi yang tak habis akan terus mencari barang bukti. Hingga akhirnya, saat hendak Rahmad dibawa lokasi pembunuhan, Kamis malam (14/11/2019) ia pun mengakui perbuatannya.

Berdasarkan hasil otopsi, korban pembunuhan mendapati luka tusukan yang cukup banyak. Antara lain, luka tusuk pada leher sisi kiri dan kanan, leher depan, dada kiri, punggung atas bagian kanan dan kiri, serta luka memar pipi kiri, payudara kiri dan pungung atas bagian kiri.

“Polisi telah mengmankan barang bukti berupa, badik kuningan, pakaian korban, sepeda motor, helm dan HP milik korban,” ujar Jajang.

Polisi menduga pembunuhan yang dilakukan Rahmad direncanakan. Sehingga ia diganjar dengan pasal 340 Junto 338 UU KUHP, Subsider UU Perlindungan Anak Pasal 41.

“Ancaman penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasar Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam menuturkan, kejadian itu bermula saat Rahmad mengajak Nurmin untuk ketemuan di kamar kosnya sekira pukul 15.00 Wita. Namun, hingga malam tiba, Nurmin tak kunjung datang.

Rahmad pun kesal dan keluar mencari pacarnya sekira pukul 21.00 Wita. Ia pun mendapati Nurmin di depan Gazebo SMA Negeri 1 Langgikima.

Rahmad langsung menghampiri pacarnya dan bertanya, mengapa ia belum pulang ke rumah. Mengingat malam sudah cukup larut.
Nurmin menimpali, ia takut pulang karena takut dimarahi orang tuanya.

Rahmad pun langsung menawarkan diri untuk mengantarkan Nurmin pulang ke rumah. Keduanya akhirnya jalan dengan menggunakan sepeda motor masing-masing.

Dalam perjalanan pulang, Nurmin tiba-tiba berhenti di sebuah pertigaan. Rahmad pun ikut berhenti dan langsung turun dari kendaraannya. Ia kemudian langsung menaiki sepeda motor milik Nurmin dan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Saat di TKP, Rahmad melihat sekelilinnya sunyi. Ia langsung melancarkan aksi bejatnya dengan langsung mencium Nurmin. Tak terima, Nurmin langsung membalasnya dengan tamparan keras.

“Kamu itu sudah lama saya tunggu di kamar, baru saya cium sudah marah,” kata Rahmad sambil marah-marah.

“Kenapa ka kamu begitu,” timpal Nurmin kesal.

Rahmad yang sudah kalap langsung mendekap Nurmin dari belakang sembari mencabut badiknya yang ada di pinggan sebelah kiri. Badik dengan panjang 15 cm itu pun langsung dihujamkan ke Nurmin berkali-kali.

Melihat Nurmin sudah tidak berdaya, Rahmad langsung menyeret jasad korban dan membuangnya ke parit perkebunan kelapa sawit, yang jaraknya hanya tiga meter dari lokasi menikaman.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here