Pemda Konawe Sisir Ratusan Bangunan Tak Berizin di Sekitar PT VDNI

Kadis PM-PTSP Konawe, H. Burhan bersama Kasat Pol PP Konawe, Sahlan Saleh Saranani saat menunjukan stiker peringatan untuk pemilik bangunan tak berizin (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: MOROSI – Dinas Penanaman Moda dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Konawe melakukan penertiban bangunan yang tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di sekitar industri PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Rabu (31/7/2019). Ada tiga kecamatan yang menjadi fokus penertiban, yakni Morosi, Bondoala dan Kapoiala.

Penertiban kali ini turut serta melibatkan aparat Satuan Polisi Panmong Praja (Pol PP) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konawe. Rencananya, penertiban akan berlangsung selama dua hari (hingga tanggal 1 Agustus 2019). Selama masa penertiban pihak Dinas PM-PTSP akan membuka pos pelayanan di balai desa Puuruy, Kecamatan Morosi.

Warga yang memiliki bangunan semi permanen hingga yang permanen dan belum memiliki IMB diharapkan untul proaktif mengurus izin di pos yang telah disediakan. Terlebih jika bangunan yang berdiri merupakan bangunan tempat usaha, seperti kos kosan yang tengah menjamur di area industri.

Kadis PM-PTSP, H. Burhan saat memasangi stiker peringatan di bangunan yang belum memiliki IMB.

Di hari pertama penertiban, pihak dinas terkait menggelar sosialisasi terlebih dulu. Selanjutkan dilakukan penyisiran bangunan yang tak berizin. Sejumlah bangunan, seperti rumah dan kos-kosan ditempeli stiker peringatan untuk segera mengurus IMB.

Kepala Dinas PM-PTSP Konawe, H. Burhan yang turun langsung melakukan sosialisasi dan menertiban mengungkapkan, pihaknya akan tegas terhadap bangunan yang tak berizin. Mengatakan, ada sanksi bagi mereka yang mengabaikan amanat Perda dengan tidak membayar IMB dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Hari ini kita turun sosialisasi dan langsung memberi peringatan. Hasil penelurusan sementara yang baru satu jam kami melakukan penyisiran, sudah ada puluhan bangunan yang kami dapatkan tak memiliki izin,” ujarnya.

Lanjut Burhan, ia memperkirakan, ada ratusan bangunan di area industri yang tidak berizin. Pihaknya memastikan akan menyisir selurunnya agar warga pemilik bangunan mau mengurus IMB.

“Kawasan industri ini sedang kita siapkan jadi kota satelit atau kota mandiri. Sehingga sangat penting kalau mulai saat ini kita sudah melakukan penataan. Agar kawasan ini nantinya tidak semrawut dan kumuh. Makanya IMB itu penting,” terangnya.

Antusias warga saat di pos pelayanan untuk mengurus IMB.

Di tempat yang sama Kasat Pol PP Konawe, Syahlan Saleh Saranani menuturkan, sebagai aparat penegak Perda pihaknya tinggal menunggu perintah dari pihak PM-PTSP. Jika telah ada instruksi untuk mengeksekusi bangunan tak berizin maka pihaknya akan langsung bergerak.

“Kalau sudah ada perintah eksekusi, ya bongkar. Tapi semua itu tetap pada mekanismenya,” pungkas Syahlan.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here