Pemeriksaan Kesehatan TKA VDNI Dijaga Polisi Bersenjata: Petugas Dilarang Bawa HP

Salah seorang petugas kesehatan terlihat memakai HP-nya sebelum masuk ke gedung isolasi, tempat para TKA menjalani pemeriksaan.

TRIBUN KONAWE: MOROSI – Tim medis Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BLUD Rumah Sakit Kabupaten Konawe menyambangi industri pengolahan Nikel, VDNI dan OSS, Kamis (25/6/2020). Kedatangan puluhan tenaga kesehatan tersebut adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok.

Tim Dinkes tiba di tempat gedung isolasi TKA sekira pukul 10.05 Wita. Mereka pun segera melakukan persiapan pemeriksaan. Mulai dari menyediakan alat tes hingga memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Berdasarkan pengamatan kami, gedung tempat para TKA diisolasi dijaga ketat. Terlihat beberapa aparat kepolisian dan sekuriti perusahaan berjaga di pintu masuk. Polisi yang berjaga bahkan dibekali dengan senjata api laras panjang.

Dua aparat kepolisian bersenjata api lengkap, terlihat mengawal proses pemeriksaan kesehatan para TKA Tiongkok di VDNI. 

Petugas medis hendak masuk ke gedung pemeriksaan TKA, dilarang membawa handphone (HP). Pelarangan itu sempat dipertanyakan petugas medis, karena mereka ingin melakukan dokumentasi kegiatan. Namun tetap saja tidak diizinkan petugas yang berjaga.

Para petugas kukuh berdalih kalau pelarangan membawa HP sudah menjadi aturan perusahaan. Alhasil, setiap ketugas yang masuk akan diperiksa. Bahkan para petugas medis sempat disuruh angkat tangan ketika memasuki pintu gedung isolasi untuk memastikan mereka tidak membawa HP.

Pelarangan mengambil gambar aktivitas dari luar gedung pemeriksaan juga berlaku kepada para karyawan perusahaan. Setiap karyawan yang melintas dilarang mengambil foto. Jika kedapatan, yang bersangkutan akan diteriaki sekuriti. Bahkan ada sekuriti yang berjaga di luar pagar gedung isolasi yang bertugas untuk mengecek dan menghapus foto mana kala ada karyawan yang membandel dengan tetap mengambil foto.

Saat semua petugas kesehatan memasuki gedung isolasi, pintu pun langsung ditutup rapat. Awak media pun tidak diizinkan masuk bahkan untuk sesi pengambilan gambar.

Para tenaga medis diminta untuk mengangkat tangan guna memastikan mereka masuk gedung tidak membawa HP.

Berdasarkan informasi dari Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Konawe, Syahrul setelah melakukan lobi terhadap petugas penjaga pintu, salah seorang tenaga medis diizinkan membawa HP untuk kepentingan dokumentasi.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan kesehatan masih berlangsung. Ada empat hal yang akan diperiksa para tim medis, yakni penyakit hepatitis, HIV/AIDS, TBC dan pemeriksaan fisik.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here