Pemerintah Desa Watarema dan Waworaha Gelar Pelatihan Komputer

Kadis PMD Konawe, Keniyuga Permana saat memberikan sambutan diacara pelatihan komputer Desa Watarema dan Waworaha.

Pemerintah Desa Watarema dan Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar kegiatan peningkatan pengetahuan komputer, Senin (28/9/2020). Kegiatan tersebut digelar di balai desa Watarema.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Konawe, Keniyuga Permana. Turut hadir Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna (TATTG) Konawe, Irvan Umar, Camat Lambuya, Jasmin, serta Kepala Desa penyelenggaran kegiatan.

Suasana kegiatan pelatihan

Dalamsambutannya, Kadis PMD meminta kepada pemerintah desa dan masyarakat yang jadi peserta untuk proaktif dalam kegiatan pelatihan tersebut. Sehingga, setelah kegiatan peserta sudah dapat mengoperasikan komputer dengan baik.

“Langkah ini sangat positif dan kami apresiasi. Desa-desa sudah harus siap menuju program digitalisasi desa tahun 2021,” ujar Keni.

Sementara itu, Kades Watarema, Askar menjelaskan bahwa kegiatan itu diikuti 10 peserta dari dua desa tersebut. Mereka yang terlibat dalam kegiatan adalah perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pelajar.

Kegiatan tersebut lanjut Askar, akan berlangsung selama 10 hari. Selama kegiatan para peserta akan praktik secara langsung dalam menggunakan perangkat komputer selama 7 jam dalam sehari. Instruktur pelatihan berasal dari lembaga kursus profesional dan terakreditasi, Handayani. Para peserta juga akan diberikan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan tersebut.

“Selama ini kami pemerintah desa selalu memakai jasa rental untuk membuat laporan administrasi desa. Nah, dengan adanya pelatihan ini pembuatan administrasi kedepannya sudah akan dikerjakan oleh aparat desa yang sudah terampil,” jelasnya.

Sementara itu, TATTG Konawe, Irvan Umar mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menerangkan kalau kegiatan tersebut lahir dari kartu komitmen Desa Watarema dan Waworaha saat kegiatan Bursa Inovasi Desa 2019.

“Selaku pendamping, kami harap kegiatan-kegiatan positif yang bersifat pemberdayaan seperti ini bisa dicontoh desa-desa lainnya. Apa lagi 2021 mendatang kita akan menuju program digitalisasi desa. Sehingga program seperti ini menjadi penting untuk dilaksanakan,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here