Pemprov Apresiasi Pertanian Konawe Hingga Rekomendasikan Kunjungan Mentan

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Djudul, bersama pejabat lainnya saat melakukan seremoni panen di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tongauna.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe menggelar panen perdana padi sawah di kawasan program pengembangan tiga kali tanam (IP.300), di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.

Acara tersebut sejatinya bakal di hadiri langsung Gubernur Sultra, H. Ali Mazi. Akan tetapi, orang nomor satu di Bumi Anoa itu punya agenda penting lainnya di luar daerah pada waktu yang sama. Sehingga, kedatangan gubernur diwakilkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Djudul.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Ketua DPRD Konawe, H. Ardin, Sekda Konawe, Ferdinan Sapan sejumlah anggota dewan dan para kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Konawe. Undangan lain yang juga turut hadir, yakni Kepala Perum Bulog Divre Sultra, Armin Tora, Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin, Kapolres Konawe, Yudi Kristanto, Kepala PN Unaaha, Febrian Ali, serta dari unsur Pimpinan TNI.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Buana Sari, I Made Mirta mendapat kesempatan terlebih dahulu untuk mempresentasikan program pengembangan tiga kali tanam (IP.300). Menurutnya, yang menjadi hambatan dalam progaram tersebut adalah faktor cuaca. Akan tetapi, pihaknya sudah menyiapkan musim tanam tiga kali di lahan yang luasnya sekira 2000 hektar yang tergabung dalam Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A). Kawasan pertanian itu meliputi dari Desa Tongauna, Mekarsari, Sendang Mulyasari, Ambepulu dan Puosu.

“Panen hari ini menjadi bukti bahwa kami telah melaksanakan program IP.300 degan sukses,” ujarnya.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat saat melakukan panen padi dengan mesin modern (combine).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Sumber Rezeki Konawe itu mengungkapkan, sebelumnya sudah ada beberapa petani di kelompoknya yang telah panen. Hasilnya dalam satu hektar mencapai 108 karung atau kurang lebih 10 ton.

“Kendala lain yang kami temukan adalah apabila desa-desa penyangga mengikuti program yang kami jalani, kami pasti bersamaan mengolah dan kami akan kekurangan alat pengolah berupa traktor,” jelasnya.

Ia juga meminta agar mesin pemotong padi atau combane itu ditambah. Sebab, petani di area tersebut masih kekurangan alat pemotong padi dan harus menunggu giliran.

Mendengar pemaparan I Made Mirta, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan, Muhammad Djudul pun memberikan apresiasi. Menurutnya, panen yang mencapai 10 ton per hektar dengan produksi tiga kali tanam per tahunnya adalah sesuatu yang spektakuler. Ia pun akan merekomendasikan Kecamatan Tongauna, khususnya Desa Mekar Sari untuk menjadi tempat studi banding bagi daerah lainnya di Sultra.

“Kami juga berkeinginan menghadirkan Menteri Pertanian (Mentan) dalam rangka panen raya. Melihat keindahan padi di sini dan sesuai arahan dari gubernur, kami akan berikan rekomendasi tempat ini sebagai temoat kunjungan manteri nantinya,” janji Djudul.

Menurut Djudul, jika Mentan hadir di lokasi panen, maka akan memberi dampat positif bagi para petani. Sebab akan ada banyak program bantuan pertanian yang akan diturunkan. Misalnya, dryer (pengering gabah), jonder dan combine.

Djudul juga memaparkan tentang program food estate, sebuah program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar. Saat ini, ada dua kabupaten yang disasar untuk menjalankan program tersebut, yakni Kolaka Timur dan Konawe Selatan. Total luasan area sawah yang akan dikembangkan adalah 1700 hektar.

Namun lanjut Djudul, pihaknya ditantang dari Kementan untuk memperluas kasawan yang masuk dalam program menjadi 3000 hektar. Atas tantangan tesebut kata Djudul, kemungkinan Konawe untuk terintegrasi dalam program tersebut sangat besar.

“Dalam program food estate kita tidak hanya berbicara masalah pertaniannya saja. Tetapi juga gudangnya, irigasinya, jalan dan pelabuhannya. Semua ini akan jadi industri pertanian yang membuka lapangan kerja untuk warga, serta menyejahterakan petani. Untuk program ini kita tawarkan 700 M hingga 1 T ke pusat,” terangnya.

Sementara itu, bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa juga mengapresiasi hasil pertanian di Tongauna. Menurutnya, produksi 10 ton adalah hal yang membanggakan, karena masih banyak petani di Konawe yang produksinya baru 4 sampai 5 ton.

“Petani yang produksinya busa 10 ton ini karena dia mencintai pekerjaannya. Dia perhatikan pupuknya. Dia pakai bibit unggul. Musim tanamnya juga kompak, sehingga bisa meminimalisir serangan hama,” ujar Kery.

Bupati dua periode itu juga menjanjikan sejumlah bantuan untuk para Gaapoktan Tongauna. Ia menjajikan pengaspalan jalan sarana pertanian di tempat itu. Bantuan alat-alat pertanian juga akan ditambahkan.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bersama Kepala Perum Bulog Divre Sultra, Ermin Tora saat melakukan pembelian secara simbolis gabah milik warga oleh Bulog.

“Nanti anak saya, dari Komisi IV DPR RI, akan turunkan lagi bantuan di sini. Ini biar jadi motivasi untuk para petani agar lebih baik dalam produksi hasil pertaniannya,” terangnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu juga menambahkan, saat ini ada 42,5 ribu area persawahan di Kabupaten Konawe. Setiap tahun hasilnya terus meningkat. Hal tersebut sejalan dengan program sejuta gabah ton yang dicanangkan Pemda Konawe.

“Konawe ini adalah daerah penyangga pangan di Sultra. Bahkan kita sudah go nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur,” pungkasnya.

Di sela-sela acara, Kery membarikan bantuan langsung kepada Gapoktan Buana Sari. Bantuan berupa uang tunai senilai puluhan juta itu diberikan langsung kepada Gapoktan yang diterima oleh I Made Mirtan. Kata Kery, bantuan itu untuk beli Hand Tractor.

“Nanti tanggal sepuluh Gapoktan ini kita pertemuan lagi, ada bantuan dari pusat untuk kalian,” tandas pria yang kini tengah bersiap-siap dengan program Sultra Gemilang itu.

Laporan: Mas Jaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here