Pernah Ada Bagi-Bagi Duit Korupsi di DPRD Konawe

Gedung Sekretariat DPRD konawe (foto: Mas Jaya / TRIBUN KONAWE)

TRIBUN_KONAWE: UNAAHA – Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tahun 2015 di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Konawe di gelar di Pengadilan Tipikor, Kendari, Senin (7/1/2019). Agenda sidang tersebut, yakni pemeriksaan saksi dan saksi ahli terkait kasus yang telah menjerat tiga terdakwa.

Suasana sidang di Pengadilan Tipikor, Kendari (foto: Istimewa / TRIBUN KONAWE)

Pada kesempatan itu, salah seorang Anggota DPRD Konawe, Husniah Nuhung Makati turut bersaksi. Kepada majelis hakim, mantan Ketua Komisi II DPRD Konawe itu mengaku, dirinya menerima dana Rp550 juta. Dana tersebut diserahkan di Kantor DPRD Konawe oleh Kusdiana (salah satu terdakwa, red) yang kala itu menjabat sebagai salah satu kepala bidang di DKP. Kata Husniah, uang tersebut sebagai ucapan terimakasih terhadap proyek pengadaan bibit ikan dari DKP.

Husniah juga mengungkapkan, uang senilai ratusan juta tersebut dibagikan kepada teman-teman dewan di Komisi II yang berjumlah 7 orang. Per orang mendapat jatah Rp20 juta.

Sementara itu, sebagian besar uang ucapan terimakasih yang senilai Rp410 juta, diambil Husniah. Wanita yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Konawe itu mengakui kalau uang tersebut dipakainya untuk membayar hutang pribadi.

Namun kepada majelis hakim, Husniah juga mengatakan kalau dana tersebut telah dikembalikan kepada Kusdiana seluruhnya seminggu kemudian. Ia dan teman-trmannya di Komisi II-lah yang mengumpulkan dana tersebut untuk dilakukan pengembalian. Dan pengembalian tersebut dikatakannya, diketahui oleh Kepala DKP Konawe kala itu, dalam hal ini Joko Rudianto.

Sementara itu, auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga turut memberikan kesaksiannya sebagai saksi ahli. Kepada majelis hakim, auditor tersebut mengatakan, jika pada intinya pihaknya mendapati pembayaran yang tidak sesuai dengan pertanggungjawabannya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Konawe menetapkan tiga orang yang bertanggungjawab atas kasus korupsi pengadaan bibit ikan tersebut. Mereka adalah Joko Rudianto, Kusdiana dan
Mukmin (Bendahara DKP). (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here