Petani Tongut Terancam Tak Dapat Pupuk Bersubsidi, Pemda Konawe Tawarkan Tiga Opsi

Suasana pertemuan Sekda Konawe Ferdinan Sapan bersama para perwakilan petani di Tongut.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Petani di Kecamatan Tongauna Utara (Tongut) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) meradang. Pasalnya, 2022 mendatang, mereka terancam tidak kebagian pupuk bersubsidi.

Hal itu dikemukakan Ketua Kontak Tani Nelayan (KTNA) Tongut, Dwi Septiawan Suwardi. Ia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada Elektornik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) tani. Itu sebagai imbas dari Tongut yang hingga kini belum memiliki kode wilayah.

“Sampai saat ini kita belum punya E-RDKK dan batasnya penginputannya itu sampai 12 November. Akibatnya, kami di Tongauna Utara tercancam tidak dapat pupuk bersubsisi untuk 2 musim selama tahun 2022,” jelasnya pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KTNA Kabupaten Konawe.

Mengetahui kondisi itu lanjut Dwi, dirinya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Orang nomor satu di daerah lumbung beras itu pun langsung memerintahkan untuk menggelar pertemuan, Sabtu (6/11/2021).

Pertemuan pun digelar di kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Konawe. Kegiatan itu dihadiri langsung Sekda Konawe, Ferdinan Sapan, Kadis TPH Gunawan Samad, Pemerintah Kecamatan Tongut, Para Kades, serta perwakilan kelompok tani.

Dwi menerangkan, hasil pertemuan tersebut melahirkan tiga opsi sebagai solusi. Pertama, pihak dari Dinas TPH akan ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meminta kebijakan terkait penginputan E-RDKK Tongut, Senin (8/11/2021).

Kedua, Biro Pemerintahan Setda Konawe, segera melakukan konsultasi dengan Pemprov Sultra dan pusat terkait kode Kecamatan Tongut. Ketiga, bisa semua hal tersebut belum bisa direalisasikan berhubung ada waktu deadline penginputan E-RDKK, maka Pemda Konawe akan mengalokasikan dana selisih pupuk subsidi dan nonsubsidi dari APBD Konawe.

“Sehingga dengan adanya ketiga solusi ini maka mari kita menunggu solusi ini terealisasi. Dan untuk aksi damai petani Tongauna Utara, kita tunda terlebih dahulu agar masing-masing pihak fokus pada solusi solusi ini,” terang Dwi.

Sementara itu, Sekda Konawe Ferdinan Sapan membernarkan tiga opsi terkait hasil pertemuan tersebut. Ia sendiri telah memerintahkan Kadis TPH Konawe untuk berurusan ke Jakarta.

Di tempat yang sama, Kadis TPH, Gunawan Samad mengaku akan ke Jakarta pada Senin. Ia sendiri akan langsung ke Kementan RI.

“Saya masih mau hubungi Fahcry (Anggota Komisi IV DPR RI) untuk meminta bantuan berurusan di Kementan. Kita berdoa smoga urusan ini dilancarkan di sana,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here