Pimpinan Tiga Daerah Hadiri Kunjungan Perdana Kajati di Kejari Konawe

Kajati Sultra, Sarjono Turin, didampingi Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara (kiri) dan Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin (kanan).

TRIBUN KONAWE: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sarjono Turin menggelar kunjungan kerja (Kunker) perdana ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe, Selasa (2/2/2021). Ia didampingi Wakil Kajati Sultra, Akhmat Yani dan sejumlah rombongan dari Kejati Sultra.

Rombongan Kajati disambut langsung tuan rumah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Irwanuddin Jadjuddin. Turut hadir juga sejumlah pimpinan dari tiga daerah yang menjadi wilayah kerja Kejari Konawe, yakni Kabupaten Konawe, Konawe Utara (Konut) dan Konawe Kepulauan (Konkep).

Dari tuan rumah Konawe turut hadir, Wakil Bupati (Wabup), Gusli Topan Sabara, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinan Sapan, Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani.

Kedatangan Kajati Sultra, disambut Tari Mondotambe.

Sementara dari Konut dihadiri langsung oleh Bupatinya, Ruksamin. Sedangkan untuk Konkep turut hadir, Bupati Amrullah, Wabup Andi M. Lutfi serta Ketua DPRD Konkep, Ishak.

Kajati dan rombongan disambut dengan tari penyambutan khas suku Tolaki, Tari Mondotambe. Ada juga permainan musik bambu dari anak-anak dari salah satu SD Konawe.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bincang santai antara Kajati dan pimpinan tiga daerah yang sempat hadir. Setelah itu, Kajati melakukan pertemuan khusus dengan anggota Kejari Konawe.

Kepada awak media, Kajati mengungkapkan bahwa kehadirannya bersama rombongan di tanah Konawe merupakan kunjungan rutin. Kunjungan untuk menguatkan kerja-kerja kejaksaan di wilayah Sultra.

“Jadi ini kunjungan rutin. Tugas kami sebagai pembina Kejari di Sultra untuk memberi penguatan,” ujarnya kepada awak media.

Kajati Sultra, bersama Kajari Konawe dan pimpinan tiga daerah saat berpose dengan anak-anak pemain musik bambu.

Penguatan yang diberikan kata Sarjono berupa pembinaan sumber daya manusia (SDM), teknis penanganan perkara dan administrasi.

Sarjono juga menjawab pertanyaan awak media terkait kasus dugaan korupsi di Konawe. Katanya, per Januari 2021 belum ada laporan yang masuk kepadanya. Namun ia tetap menekankan agar ada koordinasi dalam hal penanganan kasus.

Khusus untuk kasus dugaan korupsi pengadaan sapi di Konawe, Sarjono juga mengaku belum laporannya. Ia belum mengetahui apa kasus itu ada pada tingkat penyidik Intel atau Pidana Khusus (pidsus).

“Nanti saya cek. Saya juga baru kemarin tahu informasi terkait dugaan itu,” pungkasnya.

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here